Nelayan Bagan Minta Jatah Premium

oleh

Nelayan bagan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta jatah premium untuk bahan bakar mesin genset untuk penerangan saat menangkap ikan di laut. <p style="text-align: justify;">Juragan nelayan bagan di Kotabaru Akhmad, Rabu mengatakan, puluhan nelayan bagan akhir-akhir ini mengeluh karena tidak bisa membeli premium untuk bahan bakar mesin gensetnya.<br /><br />"Sejak terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pelangsir yang membeli premium dibatasi," katanya.<br /><br />Selama ini, lanjut Akhmad, nelayan bagan itu mengandalkan para juragannya untuk menyiapkan premium.<br /><br />Namun, setelah adanya pembatasan pembelian premium maksimal hanya empat jerigen, membuat banyak nelayan tidak kebagian.<br /><br />"Karena tidak punya BBM, bagaimana mereka bisa beroperasi menangkap ikan," terang Akhmad.<br /><br />Dalam satu malam, setiap nelayan bagan memerlukan sekitar 12 liter premium.<br /><br />"Apabila kami memiliki sekitar 22 anggota, berarti premium yang dibutuhkan sekitar 264 liter atau sekitar satu drum setengah," imbuhnya.<br /><br />Akhmad berharap, pihak SPBU, PT Pertamina atau pihak yang terkait bisa memberikan solusi terbaik.<br /><br />Kalau tidak ada solusi, maka banyak nelayan bagan tidak bisa beroperasi.<br /><br />Ia mengungkapkan, sudah beberapa tahun ini nelayan bagan mulai beralih menggunakan lampu penerangan dari lampu tekan dengan BBM minyak tanah ke mesin genset dengan menggunakan BBM premium.<br /><br />"Dengan mesin genset, hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan lampu petromak," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana mengatakan, untuk menjaga ketersediaan premium, dan menghindari atrean panjang di SPBU, Pemkab Kotabaru membentuk tim terpadu.<br /><br />"Tim terpadu tersebut terdiri dari, Makodim, Mapolres, Makolanal, PT Pertamina, dan beberapa instansi terkait lainnya," kata Rudy.<br /><br />Tim tersebut sepakat bahwa pembelian BBM harus ada pembatasan. Untuk premium, kendaraan roda dua diberi kesempatan membeli tiga liter, mobil pribadi 30 liter. Dan untuk solar, mobil pribadi 50 liter truk atau bus 70 liter.<br /><br />Bagi pelangsir premium dalam wilayah Kotabaru diberi kesempatan membeli dua jerigen, luar pulau atau daerah kecamatan maksimal empat jerigen.<br /><br />Selain pembatasan tersebut, tim juga akan terus berjaga-jaga di SPBU di Kotabaru untuk mencatat nomor di pompa BBM sebelum dan sesudah beraktivitas penjualan.<br /><br />"Serta melakukan pencatatan nomor polisi kendaraan yang telah mengantre BBM, dan SPBU di Kotabaru dibuka serempak pukul 09.00 WITA untuk menghindari pelangsiran," terangnya.<br /><br />Kepala Depot PT Pertamina Imam Hardjito mengatakan, selama ini jata premium untuk Kabupaten Kotabaru cukup, jika terjadi antrean panjang itu hanya kepanikan masyarakat saja yang khawatir tidak kebagian premium.<br /><br />"Rata-rata Pertamina mendistribusikan premium sekitar 4.940 kilo liter per bulan," pungkasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>