Home / Tak Berkategori

Nelayan Kotabaru Diharapkan Produksi Garam Hindari Ketergantungan

- Jurnalis

Minggu, 19 Februari 2012 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan di Kotabaru Kalimantan Selatan diharapkan mampu memproduksi garam untuk keperluan sendiri agar tidak selalu tergantung dengan pasokan dari daerah lain. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru H Talib, Minggu, di Kotabaru mengatakan, Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mengharapkan nelayan bisa memproduksi garam sendiri.<br /><br />"Karena hingga saat kebutuhan garam di Kotabaru masih selalu didatangkan dari Madura dan Pulau Jawa," jelasnya.<br /><br />Menurut bupati, lanjut Talib, biaya produksi garam cukup murah yakni, sekitar Rp400 per kilogram.<br /><br />Sedangkan harga jual garam di tingkat nelayan mencapai Rp8.000-Rp9.000 per kg.<br /><br />"Sementara Kotabaru memiliki wilayah perairan laut dan lokasi pertambakan cukup luas," paparnya.<br /><br />Talib mengungkapkan, ada beberapa kendala yang akan dihadapi untuk memproduksi garam.<br /><br />Di antaranya, masalah salinitasi atau kandungan garam air laut di Kotabaru masih di bawah standar di Madura atau Pulau Jawa.<br /><br />Salinitasi di Kotabaru kisaran 32-24 ppt, sementara standar salinitasi yang dibutuhkan untuk memproduksi garam kisaran 36-38 ppt.<br /><br />Namun demikian, kata Talib, pihaknya segera melakukan uji laboratorium kembali dan melakukan studi banding ke beberapa daerah penghasil garam bersama nelayan lokal.<br /><br />Hingga saat ini nelayan Kotabaru memerlukan garam kasar asal Madura dan daerah lainnya untuk memproduksi ikan asin ribuan ton per tahun.<br /><br />"Dengan memproduksi garam sendiri diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bagi nelayan lokal," imbuhnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru