Home / Tak Berkategori

Nelayan Kotabaru Minta Tanggungjawab Perusahaan Pelayaran

- Jurnalis

Kamis, 16 Februari 2012 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Teluk Tamiang, Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta pertanggungjawaban perusahaan pelayaran terkait kerusakan terumbu karang dan terganggunya usaha pengembangan kerang mutiara akibat terdamparnya tongkang Zulkifli pengangkut pupuk di perairan itu. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Desa Teluk Tamiang Camang Arshad, Kamis, mengatakan, hingga saat ini nelayan masih menunggu-nunggu pertanggungjawaban pihak perusahaan.<br /><br />Selain persoalan ganti rugi kerusakan terumbu karang dan usaha yang lain, nelayan juga menunggu perhitungan biaya evakuasi pupuk sekitar 8.000 ton dari tongkang ke daratan.<br /><br />"Kami kasihan agar pengusaha tidak banyak merugi, sekitar 16.000 zak pupuk yang ada di atas tongkang yang terdampar itu langsung diangkut nelayan ke daratan," ujar Camang.<br /><br />Petugas lapangan Dinas Kelautan dan perikanan Kotabaru Mukmin, mengungkapkan, tongkang Zulkifli membawa sekitar 16.000 zak atau sekitar 8.000 ton pupuk merk PT Sentona Adidaya Pratama Medan.<br /><br />"Menurut laporan, pupuk tersebut diangkut dari Dumai menuju Sambas Sumatera Utara," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru H Talib.<br /><br />Dia menjelaskan, menurut keterangan saat di tengah laut terjadi badai, tiba-tongkang itu terlepas dari kapal tugboat yang menarik.<br /><br />Baru sekitar 10 hari setelah kejadian, tongkang Zulkifli ditemukan nelayan pada 26 Desember 2011 terdampar di wilayah Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.<br /><br />"Informasi yang kami terima, pihak perusahaan siap membayar gantirugi, namun berapa kami juga belum bisa memastikan," pungkasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru