Nelayan Perbatasan Dapat Pelatihan Pengolahan Ikan

oleh

Sekitar 30 orang yang sebagian besar ibu-ibu dan memiliki usaha dibidang perikanan mendapatkan pelatihan tentang pengolahan ikan air tawar. Pelatihan yang mendatangkan instruktur khusus dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal Jawa Tengah ini merupakan program dari Badan pengembangan SDM keluatan dan perikanan kementrian kelautan RI untuk 9 provinsi. <p style="text-align: justify;">“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat khususnya menteri perikanan dan kelautan terhadap masyarakat perbatasan. Karena Sintang merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia da memiliki potensi perikanan yang baik, maka petani ikan dan nelayan kita mendapatkan berkesempatan mengikuti pelatihan ini,”ungkap kepala dinas pertanian, peternakan, perikanan Arbudin, usai membuka pelatihan Selasa (1/05) pagi tadi.<br /> <br />Peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut menurut Arbudin adalah mereka yang memiliki usaha perikanan. Baik dalam hal budidaya ikan maupun dalam pengolahan. <br />“Jadi nanti ada pelatihan khusus untuk mengolah daging ikan air tawar menjadi aneka panganan yang lebih menarik bahkan sampai ke tahap packingnya,”tambah Arbudin.<br />Sebagai kelanjutan dari program ini, Arbudin akan mengandeng pihak Disperindagkop untuk membantu pemasaran. Selain itu menurutnya alumni pelatihan nantinya akan diminta menularkan ilmunya ke kecamatan-kecamatan.<br /><br />“Karena potensi ikan air tawar kita ini masih sangat bagus, maka kita akan terus mengembangkanya,”tegas Arbudin.<br /><br />Ditempat pelatihan, Ahmad Harianto salah satu instruktur untuk pengolahan ikan air tawar mengatakan bahwa jika selama ini di Kalimantan daging ikan lebih banyak hanya dibuat kerupuk atau langsung dikonsumsi begitu aja, maka peserta akan dilatih membuat bakso ika, nugget ikan, abon ikan, otak-otak, kaki naga, dan kue cincin ikan.<br /><br />“Jadi aneka pangana yang berasal dari daging air ikan yang lebih variatif,”ujarnnya.<br />Pelatihan sejenis selain dilaksanakan di kabupaten Sintang juga akan dilaksanakan di 4 kabupaten perbatasan lainnya. Yaitu di kabupaten Bengkayang dengan konsentrasi pelatihan di bagian mesin perikanan Kemudian di kabupaten Sambas tepatnya di pulau Temajok di konsentrasikan pada alat penangkap ikan. <br /><br />Di kabupaten Sanggau akan digelar pelatihan yang lebih focus pada budidaya khususnya pembesaran ikan dan di kabupaten Kapuas Hulu untuk teknik budidaya dan pendederan benih ikan. “ Jadi untuk Kalbar ini memang satu paket,” ungkapnya.<br /><br />Output dari pelatihan ini adalah akan dijadikanya alumni pelatihan sebagai instruktur untuk kegiatan-kegiatan sejenis yang akan terus dikembangkan dan difasilitasi oleh dinas perikanan setempat. <br /><br />“Untuk wilayah Kalimantan, selain Kalbar pelatihan sejenis juga akan kita laksanakan di Kalimantan Tengah,”ungkap Trias, suport administrasi tim dari  balai pelatihan perikanan Tegal Jateng ini.<strong> (ast)</strong></p>