Realisasi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) asal Kotabaru sekitar 300 Km sebelah tenggara Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) periode Februari sebesar 20 ribu metrik ton dengan nilai ekspor 24 juta dolar AS. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal dan Pengelolaan pasar Kotabaru H Zainal Arifin didampingi Kabid Perdagangan eskpor Hj Ratnawati, Jumat, mengatakan, ke depan hasil CPO Kotabaru tidak semuanya diekspor, akan tetapi akan diolah di daerah untuk menjadi produk siap pakai.<br /><br />Produksi CPO yang merupakan hasil turunan dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah produk andalan "Bumi Saijaan" Kotabaru, setelah hasil tambang batubara.<br /><br />Menurut dia, produk siap pakai akan membuka lapangan kerja baru. Dengan diolahnya produk CPO menjadi bahan jadi di Kotabaru akan memiliki nilai tambah bagi daerah, ujarnya.<br /><br />Dijelaskan, periode Januari ekspor CPO asal Kotabaru 56,39 ribu Metrik ton (MT) dengan nilai ekspor sebesar 66,23 juta dolar AS.<br /><br />Realisasi ekspor Januari 2011 mengalami kenaikan signifikan, apabila dibandingkan dengan periode sama 2010, yakni, sebesar 23,23 ribu metrik ton dengan nilai ekspor sebesar 16,68 juta dollar AS.<br /><br />Sedangkan Pebruari 2010 ekspor CPO Kotabaru sebesar 22,91 ribu metrik ton dengan nilai ekspor sebesar 16 juta dollar AS.<br /><br />Volume ekspor periode tersebut lebih tinggi dibandingkan Pebruari 2010, yakni sebesar 20 ribu MT, namun nilai ekspor jauh lebih tinggi yakni sebesar 24 juta dolar AS. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














