Nilai Impor Kalteng Naik 30,19 Persen

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Drs Panusunan Siregar mengatakan, nilai impor Kalteng April 2011 sebesar 4,70 juta dolar AS, naik 30,19 persen jika dibandingkan April sebesar 3,61 juta dolar AS. <p style="text-align: justify;">"Secara kumulatif nilai impor Kalteng Januari hingga April 2011 mencapai 12 juta dolar AS atau turun 59,29 persen disbanding periode yang sama tahun 2010 sebesar 29,48 juta dolar AS," kata Panusunan Siregar, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Menurutnya, komoditas utama impor Kalteng April 2011 adalah, mesin atau pesawat mekanik senilai 4,55 juta dolar AS, kendaraan dan bagiannya senilai 0,15 juta dolar AS. Secara kumulatif Januari hingga April 2011 komoditas utama impor Kalteng adalah, mesin atau pesawat mekanik dengan nilai 9,99 juta dolar AS.<br /><br />?Selain itu impor Kalteng adalah benda-benda dari besi dan baja senilai 0,84 juta dolar AS, bahan bakar mineral senilai 0,57 juta dolar AS,? ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, impor April 2011 dilakukan melalui pelabuhyan Sampit sebesar 3,26 juta dolar AS, Pangkalan Bun sebesar 0,85 juta dolar AS, dan Kumai sebesar 0,59 juta dolar AS. Secara kumulatif Januari hingga April 2011, impor dilakukan melalui pelabuhan Sampit senilai 4,23 juta dolar AS.<br /><br />?Selanjutnya pelabuhan Kumai sebesar 4,22 juta dolar AS, dan pelabuhan Pangkalan Bun sebesar 3,33 Juta dolar AS,? terangnya.<br /><br />Dijelaskannya. Impor April 2011 terutama berasal dari Malaysia sebesar 4,95 juta dolar AS, diikuti Republik Korea sebesar 0,15 juta dolar AS. Bila dibandingkan dengan bulan lalu, masing-masing mengalami peningkatan 53,72 persen dan dari nol menjadi sebesar 0,15 juta dolar AS.<br /><br />?Secara kumulatif Januari hingga April 2011 impor terbesar berasal dari Malaysia sebesar 10,01 juta dolar AS, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan sebesar 64,35 persen,? tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, impor terbesar berikutanya di Kalteng adalah berasal dari Singapura sebesar 1,84 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 1,944 persen. Dari kegiatan impor tersebut tentunya akan memberikan manfaat bagi Kalteng, terutama penyerapan tenaga kerja maupun angkutan.<br /><br />"Dari kegiatan impor ini tentunya memberikan dampak bagi daerah, khususnya yang memiliki pelabuhan laut. Karena dari kegiatan ini akan menyerap tenag buruh angkut dan kegiatan ekonomi lainnya," tandasnya. <strong>(das/ant)</strong></p>