Nilai Tukar Petani Kalbar Turun 0,11 Persen

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar), Yomin Tofri menyatakan, nilai tukar petani (NTP) provinsi itu bulan November turun sebesar 0,11 persen dari sebelumnya 102,81 poin menjadi 102,70 poin. <p style="text-align: justify;">"Turunnya NTP Kalbar akibat indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,21 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani juga ikut naik 0,32 persen," kata Yomin Tofri di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Ia menjelaskan, ada tiga sektor yang mengalami penurunan sehingga memicu penurunan NTP Kalbar secara keseluruhan, yakni NTP tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,50 persen.<br /><br />Penurunan tersebut dari sebelumnya 120,34 poin menjadi 119,74 poin, disusul NTP peternakan turun 0,32 persen dari sebelumnya 82,94 poin menjadi 82,67 poin.<br /><br />Selain itu NTP perikanan turun sebesar 0,47 persen dari sebelumnya 106,49 poin menjadi 105,99 poin.<br /><br />Sementara itu, NTP Kalbar yang mengalami kenaikan, yakni NTP tanaman padi dan palawija naik 0,13 persen dari sebelumnya 96,81 poin menjadi 96,93 poin, disusul NTP hortikultura naik 0,35 poin, kata Yomin.<br /><br />"Meskipun NTP Perkebunan mengalami penurunan tetapi dengan masih berada pada posisi 119,74 poin, bisa dikatakan tingkat kesejahteraan mereka masih terangkat," kata Yomin Tofri.<br /><br />Menurut dia, patokan untuk menilai tingkat kesejahteraan petani yakni nilai poinnya di atas 110.<br /><br />Dari empat provinsi di Pulau Kalimantan yang dilakukan pendataan pada bulan September 2011, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 0,90 persen, disusul Kalbar turun sebesar 0,11 persen, Kalimantan Tengah turun 0,26 persen, dan Provinsi Kalimantan Selatan urun sebesar 0,14 persen.<br /><br />Yomin menambahkan, untuk NTP Nasional bulan November 2011, naik sekitar 0,12 persen, yakni sebesar 105,64 poin dari sebelumnya 105,51 poin atau naik 0,13 poin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>