Nilai Tukar Petani Kalbar Turun 0,49 Persen

oleh

Nilai tukar petani (NTP) provinsi itu dari sebelumnya 103,47 poin menjadi 102,97 poin atau turun sebesar 0,94 persen. <p style="text-align: justify;">"Penurunan ini dipicu oleh indek harga yang diterima petani turun sebesar 0,08 persen, sementara indeks harga yang mereka bayar naik 0,41 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalbar, Edi Rahman Asmara, saat dihubungi di Pontianak, Kamis.<br /><br />Selain itu, turunnya NTP Kalbar juga dipicu oleh turunnya NTP perkebunan rakyat dari sebesar 125,67 poin menjadi 122,96 poin atau turun sebesar 2,15 persen dan NTP peternakan dari 83,80 poin menjadi 83,43 poin atau sebesar 0,44 persen.<br /><br />"Meskipun NTP perkebunan rakyat Kalbar turun, tetapi tingkat kesejahteraan petani kebun sudah cukup sejahtera dibanding peternak karena angkanya masih dibawah 110 poin," kata Edi.<br /><br />Sementara untuk NTP tanaman padi dan palawija naik sebesar 0,47 persen dari sebelumnya 95,07 poin menjadi 95,52 poin, NTP Hortikultura naik 0,23 persen dari 102,26 poin menjadi 102,49 poin, dan NTP perikanan naik sebesar 0,01 persen dari 107, 08 poin menjadi 107,09 poin, kata Edi.<br /><br />Menurut Edi, dari empat provinsi di Pulau Kalimantan, kenaikan NTP sepanjang Mei 2011, NTP tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 0,77 persen, sementara tiga provinsi lainnya mengalami penurunan, diantaranya Kalbar turun sebesar 0,49 persen, Kalimantan Tengah 0,39 persen dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 0,91 persen.<br /><br />Untuk NTP nasional mengalami kenaikan sebesar 0,57 persen dari sebelumnya 103,91 poin menjadi 104,50 poin, katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>