Nilai Tukar Petani Kalteng Turun 0,47 Persen

oleh

Nilau tukar petani (NTP) Kalimantan Tengah pada September 2011 tercatat 99,65 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,47 persen dibandingkan NTP Agustus 2011. <p style="text-align: justify;">"Hal itu disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,43 persen, sedangkan indeks harga yang diteriam petani turun sebesar 0,05 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statisitk (BPS) Kalimantan Tengah, Sutono SSi, di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Menurutnya, dari lima subsektor, terdapat tiga subsektor pertanian yang mengalami penurunan nilai tukar petani, yakni, subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,13 persen, subsektor hotikulura turun sebesar 0,81 persen, dan subsektor tanaman perkebunan turun sebesar 1,45 persen.<br /><br />"Sedangkan untuk dua subsektor, yakni, subsektor peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen, dan subsektor perikanan naik sebesar 0,19 persen," ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, pada September 2011, indeks harga yang diterima petani (IT) mengalami penurunan sebesar 0,05 persen dibandingkan dengan IT Agustus 2011. Penurunan indeks harga yang diterima petani disebabkan karena IT subsektor hortikultura turun sebesar 0,28 persen, dan subsektor tanaman perkebunan turun sebesar 1,15 persen.<br /><br />Untuk subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen, dan subsektor perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen, terangnya.<br /><br />Dijelaskannya, indeks harga yang dibayar petani (IB) pada September 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen dibandingkan Agustus 2011. Kenaikan tersebut disebabkan karena indeks harga yang dibayar petani pada lima subsektor mengalami kenaikan.<br /><br />Subsektor tanaman pangan naik 0,49 persen, subsektor hortikultura naik 0,54 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,30 persen, subsektor peternakan naik 0,24 persen, subsektor perikanan naik 0,30 persen,? tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, perubahan indeks konsumsi rumah tangga mencerminkan angka inflasi/deflasi pada wilayah pedesaan. Pada September 2011 terjadi kenaikan sebesar 0,49 persen, kenaikan ini disebabkab karena hampir semua kelompok komoditi mengalami kenaikan.<br /><br />Kelompok bahan makanan naik sebesar 0,58 persen, kelompok makanan jadi naik 0,43 persen, perumahan naik 0,63 persen, kelompok sandang naik 0,45 persen. Sedangkan kelompok transportasi dan komunikasi turun sebesar 0,05 persen, kecuali kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok kesehatan tidak ada perubahan, katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>