Nilai Tukar Petani Ternak Kaltim Masih Tertinggi

oleh

Nilai tukar petani ternak di Provinsi Kalimantan Timur sepanjang Februari 2016 masih lebih tinggi ketimbang nilai tukar petani subsektor lainnya, seperti petani tanaman pangan, perkebunan, maupun hortikultura. <p style="text-align: justify;">"Nilai tukar petani (NTP) peternakan di Kaltim pada Januari lalu juga masih lebih tinggi ketimbang subsektor lain, tapi memang jika dibandingkan bulan lalu, NTP peternakan Kaltim sedikit menurun," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Senin.<br /><br />Pada Januari 3016, NTP peternakan dengan indeks 106,29, sedangkan Februari turun tipis MENJADI 105,67 atau masih di atas indeks keseimbangan sebesar 100 poin.<br /><br />Sementara itu, lanjut dia, untuk NTP subsektor lain indeksnya masih di bawah 100 poin, seperti NTP tanaman pangan tercatat 96,87, hortikultura 91,04, tanaman perkebunan rakyat 97,33, dan perikanan tercatat 98,92.<br /><br />"Ini berarti daya beli petani peternakan masih lebih tinggi ketimbang subsektor pertanian lainnya. Apalagi jika dibandingkan dengan daya beli petani tanaman pangan, tentu selIsihnya lebih jauh," katanya.<br /><br />Menurut ia, jika NTP di bawah 100, maka petani masih merugi, karena penghasilan dari penjualan produksi pertaniannya masih lebih rendah dibanding biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pokok rumah tangga.<br /><br />Sebaliknya, jika NTP di atas 100, maka petani masih untung karena nilai penjualannya lebih tinggi ketimbang biaya rumah tangga. Sementara jika NTP-nya pas 100, maka petani tidak untung dan tidak rugi.<br /><br />Secara keseluruhan, lanjut Habibullah, NTP semua subsektor pertanian di Kaltim pada Februari rata-rata sebesar 97,60 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 97,46.<br /><br />"Meskipun NTP-nya naik, tetapi daya beli petani Kaltim masih lemah karena masih di bawah angka 100," tambahnya.<br /><br />Khusus untuk NTP peternakan, sejak November 2015 masih tetap bertahan di atas 100, yakni pada November 2015 sebesar 104,72, Desember naik menjadi 105,87, Januari 2016 menjadi 106,29, dan pada Februari 2016 tercatat 105,67.<br /><br />Ia menambahkan NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, sehingga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani di perdesaan.<br /><br />"NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, maka semakin kuat tingkat daya beli petani," katanya. (das/ant)</p>