NTP Kalbar November Naik 0,17 Persen

oleh

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Barat, sepanjang November 2012, mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen, dari sebelumnya 100,79 poin menjadi 100,97 poin. <p style="text-align: justify;">"Kenaikan NTP Kalbar, disebabkan karena indeks yang diterima petani naik 0,49 persen, sementara indeks yang dibayar petani juga naik sebesar 0,31 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kalbar, Edi rahman Asmara di Pontianak, Selasa.<br /><br />Adapun sejumlah NTP Kalbar yang mengalami kenaikan, diantaranya NTP tanaman padi dan palawija naik sebesar 1,34 persen, dari sebelumnya 96,77 poin menjadi 98,07 poin.<br /><br />Kemudian disusul NTP hortikultura naik 0,13 persen, dari sebelumnya 104,36 poin menjadi 104,49 poin; dan NTP peternakan naik sebesar 0,08 persen, dari sebelumnya 79,76 poin menjadi 98,82 poin.<br /><br />Sementara, untuk NTP tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 1,42 persen, dari sebelumnya 113,78 poin, turun menjadi 112,16 poin; dan NTP perikanan juga mengalami penurunan sebesar 0,63 persen, dari sebelumnya 103,83 poin, turun menjadi 103,18 poin, kata Edi.<br /><br />Data BPS Kalbar, mencatat NTP Kalimantan Selatan angka kenaikannya tertinggi di Pulau Kalimantan, yakni sebesar 0,19 persen, di susul Kalbar sebesar 0,17 persen, Kalimantan Tengah sebesar 0,14 persen, dan NTP Kalimantan Timur turun sebesar 0,05 persen.<br /><br />Sementara itu, BPS Kalbar menyatakan, laju inflasi di Kota Pontianak, sepanjang November 2012 sebesar 0,96 persen atau berada di urutan dua tertinggi setelah Kota Manado yakni sebesar 1,01 persen.<br /><br />"Laju inflasi di Kota Pontianak dipengaruhi kenaikan indeks oleh enam kelompok pengeluaran," kata Edi.<br /><br />Keenam kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks tersebut, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,80 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,17 persen Kemudian perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; sandang 0,20 persen; kesehatan sebesar 0,81 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 4,35 persen.<br /><br />Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni pendidikan, rekreasi, dan olah raga minus sebesar 0,22 persen, katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>