Nunukan Usulkan Anggaran Perbaikan Rumah Warga Miskin

Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, mengusulkan anggaran perbaikan rumah bagi warga miskin di wilayah itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013. <p style="text-align: justify;">Kasi Pemberdayaan Sosial Dissonakertrans Kabupaten Nunukan M Delivian di Nunukan, Kamis, mengatakan program perbaikan rumah warga misikin ini sedang diusulkan pada APBD 2013 dengan harapan program ini terlaksana secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan.<br /><br />Menurut dia, apabila hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat (APBN) dan pemerintah Provinsi Kaltimantan Timur tidak akan mencukupi. Sementara jumlah rumah warga yang tidak layak huni di wilayah ini cukup banyak yang tersebar pada seluruh kecamatan.<br /><br />Anggaran yang diusulkan pada APBD 2013 ini, sebesar Rp 40 juta setiap rumah dan direncanakan dapat membiayai sebanyak 50 rumah atau anggarannya sekitar Rp 2 miliar.<br /><br />"Kami usulkan melalui APBD kabupaten secara bertahap. Mudah-mudahan dapat menjangkau seluruh rumah miskin di seluruh kecamatan," katanya.<br /><br />Delvian menjelaskan, rumah yang dimintakan anggaran melalui APBD 2013 ini diperuntukkan bagi yang belum mendapatkan bantuan baik dari APBN maupun APBD provinsi.<br /><br />"Tidak mungkin yang sudah pernah dapatkan bantuan perbaikan akan diberikan lagi," ujarnya.<br /><br />Ia menyatakan tahap pertama untuk anggaran APBD kabupaten nantinya, akan berikan kepada warga miskin yang berada di Pulau Nunukan. Setelah itu baru diberikan kepada warga miskin yang memiliki rumah yang tidak layak huni di kecamatan lainnya.<br /><br />Dissosnakertrans Kabupaten Nunukan, kata Delvian tetap memperhatikan jangkauan wilayahnya karena berada di pulau lain, sehingga lebih menfokuskan rumah miskin yang terdapat di Pulau Nunukan sebagai wilayah ibukota kabupaten terlebih dulu.<br /><br />"Kami tetap memperhatikan jangkauan wilayah, karena dipastikan mempertimbangkan harga materialnya," sebut Delvian.<br /><br />"Sebenarnya rumah tidak layak huni di Pulau Sebatik dan kecamatan lainnya cukup banyak juga. Cuma aksesnya belum terjangkau sehingga belum bisa melakukan hal yang sama seperti yang ada di Pulau Nunukan ini," kata Delvian. <strong>(phs/Ant)</strong></p>