Omzet Barang Elektronik Menurun Sejak Februari

oleh
oleh

Omzet penjual barang-barang elektronik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, menurun drastis hingga mencapai 50 persen sejak Februari 2012 Pengusaha elektronik, Muh Syawal, di Nunukan, Kamis mengakui nilai penjualan barang elektronik sejak enam bulan terakhir ini menurun dibandingkan pada tahun 2011. <p style="text-align: justify;">Pada tahun kemarin, katanya, omzet penjualan barang elektronik mencapai Rp300 juta sampai Rp400 juta setiap bulan. Sementara selama tahun 2012 ini hanya berkisar Rp100 juta sampai Rp200 juta.<br /><br />Ia memperkirakan, menurunnya omzet penjualannya disebabkan oleh faktor ekonomi Kabupaten Nunukan yang telah menurun.<br /><br />Penurunan itu, kata Syawal, bukan karena faktor kurangnya pembeli melainkan minat beli semakin berkurang karena warga masyarakat mungkin lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.<br /><br />Menurutnya, tingginya omzet penjualan selama tahun 2011 karena orderan dari instansi pemerintah dan swasta. Ditambah kebutuhan pribadi masyarakat Kabupaten Nunukan juga meningkat.<br /><br />Padahal, lanjutnya, harga barang-barang elektronik sekarang ini semakin murah. Sebelumnya harga satu buah laptop seharga Rp5 juta, tetapi sekarang Rp 4,7 juta.<br /><br />"Bukan cuma masyarakat yang kurang membeli, orderan dari instansi juga menurun," katanya.<br /><br />Syawal menambahkan, di balik berkurangnya daya beli masyarakat Kabupaten Nunukan, orderan untuk perbaikan (service) menunjukkan peningkatan.<br /><br />Ia menyiasati keluasan pasar dengan mengurangi pula orderan barang dari Surabaya Jawa Timur..<br /><br />Usaha kecil dan menengah yang dikelolanya ini, kadangkala juga mengorder barang elektronik berupa laptop dari Tawau Malaysia, apabila pengiriman terlambat dari Surabaya.<br /><br />Namun akhir-akhir ini ia tidak melakukan hal itu lagi berhubung tinggi nilai tukar mata uang rupiah ke ringgit Malaysia semakin melemah.<br /><br />Ia mengakui selama menjalankan usahanya itu belum pernah mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten Nunukan meski sudah beberapa kali mengajukan. Padahal, sambungnya, pengusaha elektronik lain sering mendapatkan bantuan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>