Operasi Panah Kapuas Tahan 55 Tersangka

oleh

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar AKBP Arianto menyatakan, Operasi Panah Kapuas 2015 yang saat ini sedang berlangsung sudah menahan sebanyak 55 tersangka pelaku kejahatan dari 49 laporan polisi. <p style="text-align: justify;">"Sebanyak 55 tersangka dari 49 laporan polisi tersebar di lima Polres, satu Polresta Pontianak, dan Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar," kata Arianto di Pontianak, Selasa.<br /><br />Arianto menjelaskan, Operasi Panah Kapuas 2015 digelar dalam rangka penegakan hukum terkait kasus curat, curas, dan curanmor yang dilaksanakan mulai 31 Oktober sampai 17 November 2015.<br /><br />"Operasi Panah Kapuas 2015 difokuskan pada keenam daerah, di antaranya di wilayah hukum Polresta Pontianak, Polres Mempawah, Singkawang, Sintang, Ketapang, dan Polres Sanggau, sementara polres lainnya sebagai imbangan dari operasi itu," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, Kamis (5/11) tim Ditresnarkoba Polda Kalbar, mengamankan 10,75 kilogram sabu-sabu jaringan internasional, yang masuk dari Malaysia melalui PPLB Entikong dengan tujuan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur dari tersangka DK (36).<br /><br />Tersangka DK dalam perjalanan dari Entikong tujuan Pontianak juga membawa istrinya Kas (36) dan dua orang anaknya, berusia tiga tahun dan tiga bulan.<br /><br />Kemudian, Selasa (10/11) Polresta Pontianak mengamankan satu kilogram sabu-sabu dari pasangan suami-istri yakni Mr dan MJ serta satu tersangka M di Gang Keraton, Jalan Gaya Baru Kecamatan Pontianak Timur.<br /><br />Selain mengamankan tiga tersangka, dari hasil penggeledahan di salah satu rumah tersangka, tim Polresta Pontianak juga menemukan enam butir peluru revolever dan satu butir peluru panjang jenis M16.<br /><br />Kabid Humas Polda Kalbar menambahkan, saat ini kedua kasus narkoba tersebut dalam proses hukum selanjutnya, guna memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku penjual atau pengedar barang haram tersebut. (das/ant)</p>