Operasi Wanalaga Di Seruyan Terus Berlanjut

oleh

Operasi Wanalaga yang digelar Kepolisian Resort Seruyan, Kalimantan Tengah terus berlanjut dengan menyasar berbagai lokasi yang rawan pembalakan liar. <p style="text-align: justify;">"Operasi Wanalaga ini akan terus dilakukan selama 13 hari ke depan, dengan menggelar patroli di berbagai kawasan yang rawan terjadi penebangan liar," kata Kasat Reskrim Polres Seruyan AKP Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, Kamis.<br /><br />Dari informasi yang berhasil diperoleh petugas di lapangan, di daerah Seruyan memang banyak dilakukan kegiatan illegal logging, dan kayu-kayu itu kemudian dijual ke kabupaten lain seperti ke Kotawaringin Barat.<br /><br />Ia menjelaskan, setelah 12 hari menggelar Operasi Wanalaga, petugas berhasil menangkap tiga orang pelaku illegal logging dan mengamankan sedikitkan dua kubik kayu olahan berupa papan jenis Meranti serta beberapa unit gergaji mesin.<br /><br />Ia memaparkan, pelaku illegal logging pertama adalah Satri (48), warga Desa Tanjung Rangas Kecamatan Seruyan Hilir.<br /><br />“Pelaku diamankan berapa hari lalu di Desa Tanjung Rangas, saat sedang mengolah kayu di hutan,” katanya.<br /><br />Dari tangan Satri, petugas yang saat itu sedang melakukan patroli Wanalaga mengamankan 75 keping papan jenis Meranti, dan kayu-kayu ini rencananya memang untuk dijual kembali oleh pelaku, tambahnya.<br /><br />Petugas juga telah menangkap dua pelaku illegal logging asal Desa Sungai Udang, masing-masing pelaku adalah Ardiani (40), dan Ardi (38), penangkapan keduanya terjadi saat petugas melakukan partroli di kawasan Sungai Durian Desa Sungai Perlu Kecamatan Seruyan Hilir.<br /><br />"Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita kayu olahan berupa papan jenis Meranti sebanyak kurang lebih 1,5 kubik dan gergaji mesin," katanya.<br /><br />Para pelaku yang berhasil ditangkap dikenakan pasal pelanggaran terdahap Undang-Undang Nomor 41/1999 tentang Kehutanan, dan Undang-Undang Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman maksimalnya 15 tahun penjara. (das/ant)</p>