Optimalisasi Konversi LPG Harus Diikuti Perubahan Prilaku

oleh

Optimalisasi program konversi minyak tanah ke LPG harus diikuti dengan perubahan pola perilaku masyarakat atau konversi kultural, kata analis kebijakan publik Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono. <p style="text-align: justify;">Optimalisasi program konversi minyak tanah ke LPG harus diikuti dengan perubahan pola perilaku masyarakat atau konversi kultural, kata analis kebijakan publik Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono.<br /><br />"Karena kebijakan ini merupakan konversi kultural, maka sudah tentu membutuhkan waktu panjang dan kesabaran untuk mencapai keberhasilan," kata Teguh saat menjadi pembicara dalam Seminar "Konversi dan Tata Kelola Energi Untuk Masyarakat", di Semarang, Rabu.<br /><br />Menurut dia, keberhasilan program konversi LPG ini harus mengaca pada keberhasilan pelaksanaan kebijakan program Keluarga Berencana beberapa waktu lalu.<br /><br />Ia menuturkan, sesungguhnya program KB juga merupakan konversi kultural dan perilaku yang harus terus-menerus disosialisasikan, diadvokasi, dan didukung tanpa kenal lelah.<br /><br />"Kisah sukses program KB harus mengilhami pemerintah untuk menuju kesuksesan kebijakan konversi minyak tanah dan tata kelola energi di masyarakat," katanya dalam seminar yang digelar oleh Lembaga Pers Dr Soetomo. <br /><br />Ia menjelaskan, salah satu hal penting yang perlu pula diingat yakni, pada umumnya implementasi kebijakan akan berjalan baik setelah dilaksanakan beberapa waktu.<br /><br />"Ini artinya, belajar dari berbagai pengalaman implementasi kebijakan publik bertujuan untuk membentuk dan memperbaiki berbagai program untuk mendukung pelaksanaan kebijakan yang dimaksud," katanya.<br /><br />Adapun pembicara lain, analis ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, FX Sugiyanto mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan ledakan gas tabung ukuran tiga kilogram tidak cukup hanya dengan sosialisasi kepada masyarat.<br /><br />"Yang lebih tepat justru edukasi terhadap masyarakat tentang kebijakan konversi ini," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam edukasi program konversi juga disampaikan tentang pentingnya penyesuaian diri terhadap penggunaan sistem baru.<br /><br />Sementara itu, berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, program konversi di provinsi ini telah tuntas pada Februari 2010 lalu, dengan jumlah paket yang telah didistribusikan mencapai 9,5 juta unit.<br /><br />Sedangkan kejadian kecelakaan yang berkaitan dengan penggunaan tabung LPG, hingga saat ini tercatat mencapai 26 kasus.(Eka/Ant)</p>