Orangutan Di Kawasan PT Berau Sawit Sejahtera Terancam

oleh

Orangutan yang berada di dalam kawasan konsesi PT. Berau Sawit Sejahtera (BSS) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur terancam keselamatannya karena pembersihan lahan untuk memperluas perkebunan kelapa sawit. <p style="text-align: justify;">"Pada hari ini Centre for Orangutan (COP) mendesak Pemerintah Indonesia untuk menggunakan wewenangnya menegakan hukum karena perusakan habitat Orangutan merupakan tindak kejahatan ," kata Juru Kampanye Habitat dari COP, Paulinus Kristanto di Samarinda, Rabu.<br /><br />Dia mengatakan Hak Guna Usaha yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada perusahaan kelapa sawit, termasuk PT. BSS juga diikuti oleh kewajiban-kewajiban.<br /><br />"Salah satunya adalah kewajiban untuk melindungi satwa liar yang berada dalam kawasan konsesinya. Jadi, pengusaha tidak seharusnya bersikap pengabaian dalam hal ini," kata Paulinus.<br /><br />Hutan Lindung Wehea dana kawasan-kawasan berhutan di sekitarnya, termasuk konsesi merupakan habitat penting bagi 750 ekor orangutan.<br /><br />Jumlah Orangutan diperkirakan terus merosot seiring dengan menyusutnya ruang jelajah karena kawasan-kawasan berjuta-juta yang statusnya bukan kawasan konservasi terus dibabat untuk membuka perkebunan kelapa sawit, katanya.<br /><br />Kawasan konsesi PT. BSS dan PT. Gunta Samba Jaya (GSJ) berbatasan langsung dengan hutan lindung Wehea. Kedua perusahaan tersebut diduga merupakan anak perusahaan Indofood dari Singapura.<br /><br />Sementara itu, Manajer Area COP Kalimantan, Ramadhani mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan PT. GSJ yang mengalokasikan 500 hektar lahannya sebagai kawasan konservasi dan membentuk satuan tugas penanganan konflik manusia dan orangutan.<br /><br />"Jika PT. GSJ saja bisa, seharusnya PT. BSS juga bisa. Sangat memalukan jika harus dipaksa dulu dengan kampanye," kata dia.<br /><br />Dia menyayangkan, akibat sikap pengabaian dan lalai perusahaan sawit, maka Kementerian Kehutanan harus jungkir balik menyelamatkan orangutan-orangutan yang terjebak.<br /><br />Pada tahun 2013 di sekitar kawasan tersebut, Kementerian Kehutanan menyita dua ekor anak orangutan dari tangan masyarakat setempat.<br /><br />Setidaknya lima orangutan terlihat terjebak dan satu ekor berhasil ditranslokasikan ke kawasan berhutan yang lebih aman dan tidak terfragmentasi. COP mendokumentasikan, setidaknya empat orangutan terancam excavator dan buldozer di dalam kawasan konsesi PT. BSS. <strong>(das/ant)</strong></p>