Organisasi Kepemudaan Salurkaan Pakaian Layak Pakai dan Sembako

oleh

Organisasi Melawi Caring Comunity (MCC), bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Melawi, menggelar aksi sosial dengan, memberikan bantuan kepada sejumlah warga kurang mampu. <p style="text-align: justify;">Bantuan tersebut berupa pakaian layak pakai dan sejumlah sembako, yang bersumber dari donatur, serta santunan kepada anak yatim piatu. “Kedepan MCC juga berencana untuk menggelar sunatan masal bagi anak anak kurang mampu dan pasar murah,” kata Koordinator aksi, Dewa Kusuma Wardana, kemarin.<br /><br />Lebih jauh bapak dua anak ini menuturkan bahwa Kegiatan kali ini juga didukung oleh organisasi lain, misalnya Ikatan Batak Muslim (IBM) Melawi, Perhimpunan Jurnalis (PENA) Melawi, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. “Tujuan kita menggandeng organisasi yang ada untuk menggerakan pemuda untuk melajukan kegiatan positif, dan lebih peka untuk menolong sesama,” ungkapnya. <br /> <br />Menurutnya budaya untuk saling membantu dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal, dan selama ini Ia melihat bahwa untuk di Kabupaten Melawi jiwa sosial masyarakatnya cukup baik. <br /><br />Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Melawi, Feri Fitriadi mengungkapkan, kegiatan bahkati sosial ini merupakan bagian dari program pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Melawi. Ia mengaku senang mendapat dukungan dan kerjasama sama yang baik dengan berbagai pihak. Salah satunya MCC. “Semga bantuan yang diberikan dapat membantu keluarga yang membutuhkan,” ungkapnya. <br /><br />Sementara itu Acin (73) warga Desa Kenual mengucap syukur atas bantuan yang didapat. Ia bersama dua cucu, dan satu anaknya tinggal dirumah papan berukuran 3×3 Meter. Runah Nek Acin sendiri terbuat dari papan, dan lantai. Bahkan dalam kondisi miring. Sementara atapnya sendiri dengan dengalakadarnya, dibeberapa bagian di alas dengan seng dan papan.<br /><br />Rumah nek NekAcin terbagi menjadi dua. Dibagian ruang pertama tampak peralatan memasak dan perkakas rumah, menyatu dengan tempat tidur . Sementara diruangan yang lain yang lebih kecil tampak tv yang sudah rusak serta pakaian yang bergantungan acak. “Disininumpang sementara, tanahnya punya Pemda Melawi. Alhamdulillah, masih diberikan izin,” ungkap Nenek Acin.<br /><br />Nenek Acin tinggal dengan seorang anaknya serta dua cucunya .Satu di antara cucunua adalah anak Yatim Piatu. Sementara untuk sehari-hari nek Acin dan cucunya mengandalkan pendapatan dari anaknya yang berjualan sayur.  “Ya disyukurilah lumayan dari hasil berjualan sayur,” pungkasnya. (KN)</p>