Orok Ditemukan Hanyut Bersama Sampah Di Sungai Kapuas

oleh

Sesosok orok yang tak lagi bisa dikenali jenis kelaminya ditemukan oleh H.Sidik (58) warga Jln.Cik Ditiro kelurahan Kapuas Kanan Hulu atau Sungai Durian Sintang pada Rabu (19/12/2012) sekitar pukul 08.10 pagi hari kemarin. <p style="text-align: justify;">Orok yang berukuran sebesar lengan tangan orang dewasa tersebut tiba-tiba menyembul keluar dari kantong plastik hitam diantara tumpukan sampah yang nyangkut di rumah terapung (lanting) Sabarsyah di aliran sungai Melawi. <br /><br />Melihat orok yang sudah dalam kondisi tidak utuh lagi, H.Sidik langsung memanggil Sabarsyah yang kemudian melakukan evakuasi orok dari sungai dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Jenazah orok yang beratnya diperkirakan belum sampai 1 kg tersebut akhirnya dibawa ke RSUD Ade M Djoen Sintang untuk dilakukan visum et repertum. <br /><br />Kapolres Sintang AKBP Oktavianus Martin melalui kasat reskrim AKP Andi Yul L saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah ditemukan orok yang sudah tidak utuh. Tubuh orok sudah nyaris hancur dan diperkirakan sudah dibuang selama 2-3 hari lalu. “Dugaan kita orok itu adalah hasil dari hubungan gelap dan sengaja di aborsi. Namun untuk kebenarannya tentu akan kita selidiki lebih lanjut lagi. Jenazah orok itu sudah di makamkan di TPU Muslim Jln.M. Saad,”jelas kasat Reskrim. <br /><br />Diungkapkannya pula sesaat setelah mendapatkan laporan dari masyarakat perihal penemuan orok di kawasan Sungai durian, jajaran polres Sintang melalui laboratorium forensiknya langsung melakukan olah TKP. <br /><br />Pihaknya juga meminta keterangan dari 3 orang saksi, masing-masingg H.Sidik, H.Hadi dan Yasmanto (31). <br />Eny, seorang ibu yang mendengar perihal ditemukannya orok mengaku sangat prihatin. Meski telah memiliki 1 anak dan tengah hamil 7 bulan, ia mengaku akan menerima jika ada orang yang akan memberinya anak. <br />“Daripada dibuang atau dibunuh. Nyawa manusia kok tidak dihargai. Menurut saya ibunya itu sangat biadap,”ujarnya. <br /><br />Ia pun berharap polisi bisa mengungkap siapa sebenarnya ibu sang orok yang sanggup membuang buah hatinya. <br />“Walaupun hasil dari hubungan gelap, orok itu tetap punya hak untuk hidup. Lagian, kalau tidak mau hamil tapi tidak punya suami, makanya jangan melakukan zina. Jelas itu dilarang oleh agama manapun,”pungkasnya.<strong> (ast)</strong></p>