Pabrik Crumb Rubber KPK Diresmikan

oleh

Dapat dipahami, jika tanggal. 25 Februari 2014, bertepatan dengan diresmikannya Crumb Rubber Processor (Pabrik Karet Remah) PT Kirana Putera Karya (KPK) di kelurahan Kedabang, telah menjadi “Momen Bersejarah Kedua” bagi pihak Manajemen perusahaan tersebut. <p style="text-align: justify;">Pasalnya, peristiwa ini menjadi momen lain setelah momen penting sebelumnya yaitu saat dilakukan Perletakan Batu Pertama pada pembangunan pabrik ini bulan Agustus 2010 lalu. Begitu, pengakuan Board of Director Kirana Megatara Group, Johanes Candra dihadapan Bupati Sintang dan Forkorpimda serta undangan lainnya, pada acara peresmian pabrik tersebut, hari Selasa (25/2/2014) lalu.<br /><br />“Terima kasih kepada Bupati Sintang, yang selama perjalanan pembangunan Pabrik ini selalu memberikan arahan, serta turut berpartisipasi mulai dari Perletakan Batu Pertama hingga dalam acara peresmian ini. Bagi kami di dunia usaha, hal ini merupakan komitmen luarbiasa dari Pemerintah Kabupaten Sintang,” ucap Candra.<br /><br />Candra juga menginformasikan, bahwa PKP adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam Kirana Megatara Group, yang merupakan perusahaan eksportir yang memiliki pelanggan pabrik-pabrik ban terbesar di dunia. PT PKR dalam operasionalnya mengolah getah karet dalam bentuk bahal olahan karet rakyat (BOKAR) yang diolah menjadi produk Standard Indonesia Rubber (SIR) yang sesuai dengan standar internasional. Pabrik Karet Remah PT KPK ini, menyerap nahan baku petani/pekebun dan pedagang disekitar Sintang.<br />“Kami saat ini telah memperkerjakan karyawan sebanyak 200 orang, sebagian besar atau 98 persen berasal dari masyarakat Sintang,” kata Candra.<br /><br />Sementara dari Direktur Operasi PT KPK, Suheri, diperoleh laporan bahwa Pabrik Karet Remah seluas 2 Hektar ini, berdiri diatas lahan seluas 15 Hektar. Pabrik ini didesign untuk berkapasitas 4.000 Ton per bulan, dan diawal produksi baru berproduksi 1.000 Ton per bulan.<br /><br />Bupati Sintang, Milton Crosby dalam sambutannya mengungkapkan kembali konsepnya tentang kebun rakyat 3 Hektar, sebagaimana biasa lengkap dengan cash-flow nya. 1 Hektar untuk biaya hidup, 1 Hektar untuk tabungan biaya pendidikan dan kesehatan, kemudian 1 Hektar lagi untuk wisata rohani bagi yang Nasrani dan atau untuk Naik Haji bagi yang Muslim. Milton juga sempat mempresentasikan perkembangan pembangunan dan kemajuan perekonomian di Sintang, dimana salah satu indikatornya adalah keberadaan 15 Bank-Bank utama di kota Sintang.<br /><br />Secara keseluruhan, acara peresmian ini hanya terbagi dalam beberapa sesi, diantaranya kegiatan Company Social Responsibility (CSR) dengan memberikan Bingkisan Pelajar kepada sejumlah sekolah, pemberian bantuan kepada rumah ibadah. Kegiatan ini dipungkas dengan penandatanganan Prasasti dan pemecahan Kendi oleh Milton Crosby sebagai tanda dimulainya Ekspor Pertama PT KPK. <strong>(Luc/das)</strong></p>