PAD Barito Utara Sudah Terealisasi 52,76 Persen

oleh

Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, periode Januari-Juni 2015 mencapai Rp21 miliar lebih atau 52,76 persen dari target Rp39,9 miliar. <p style="text-align: justify;"><br />"Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) itu berasal dari empat sumber pendapatan," kata Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Barito Utara, Aspul Anwar di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Ia mengatakan sumber penerimaan PAD tersebut berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.<br /><br />Hingga triwulan kedua ini pajak daerah terealisasi Rp2,4 miliar (3,43 persen) dari target Rp7,1 miliar, retribusi daerah Rp1,9 miliar (29,82 persen) dari Rp6,4 miliar dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp 11,8 miliar (53,11persen) dari target Rp22,3 miliar.<br /><br />"Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp4,8 miliar atau 120,78 persen dari target Rp4 miliar," katanya didampingi Kepala Bidang Pendapatan, Rini Hastuti.<br /><br />Menurut dia, untuk memaksimalkan penerimaan PAD, petugas di lapangan terus melakukan jemput bola terhadap objek pajak, dan para wajib pajak diminta kesadarannya membayarnya dengan maksimal "Kami optimistis hingga akhir tahun anggaran nanti semua sumber penerimaan akan tercapai," katanya.<br /><br />Aspul menjelaskan, PAD adalah bagian yang tak terpisahkan dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Barito Utara dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, telah ditetapkan jenis pajak daerah.<br /><br />Selain itu sesuai Perda Nomor 01 tahun 2011 tentang pajak daerah, baru delapan jenis pajak yang dapat dipungut. Sedangkan untuk retribusi daerah baru 16 jenis yang dapat dipungut.<br /><br />"Kami dan sejumlah instansi terkait terus menggali potensi pajak dan retribusi daerah guna meningkatkan pendapatan daerah kita," jelas dia. (das/ant)</p>