PAD Dari Tenaga Asing Tak Capai Target

oleh

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Melawi mencatat ada beberapa orang tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di wilayah setempat. Keberadaan mereka terpantau berdasarkan dokumen izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang disampaikan perusahaan. <p style="text-align: justify;">“Pada 2017 lalu, tercatat sebanyak 8 orang TKA,1 orang sudah keluar karna masa waktunya Bekerja sudah habis. Data ini berdasarkan pencatatan di sepanjang Januari hingga awal September 2017.” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Melawi P. R Bennirobin, kemarin. <br /><br />Lebih lanjut Robin mengatakan, sebenarnya Izin Memperpanjang Tenaga Asing (Inta) jika MOUnya sudah habis seharusnya segera melakukan perpanjangan. Ketika tidak memperpanjang MOUnya harus ada surat pernyataan keluar di sampaikan pihak perusahaan. <br /><br />“Realisasi penerimaan retribusi Tenaga Kerja Asing yang sebelumnya di targetkan 84 Juta tapi baru terealisasi baru 23 Juta lebih,&rdquo; katanya.<br /><br />Robin menjelaskan target PAD baru pada September lalu sudah mencapai 28,51 persen di sebabkan karna yang wajib berikan PAD hanya dua orang dengan ruang lingkup satu wilayah kerja di Kabupaten Melawi. <br /><br />“Kalau TKA melebihi kerja satu kabupaten maka PAD nya masuk ke Provinsi, jika melebihi satu provinsi Maka PAD nya masuk ke Pusat, makanya PAD kita kecil untuk TKA ini “ jelasnya<br /><br />Dikatakanya dengan TKA hanya dua orang memang tidak mungkin untuk mencapai target di tahun 2018 namun pihaknya akan melihat nanti apakah jumlah tenaga kerja asing bertambah atau tidak yang jelas kalau target besar <br /><br />“Kalau TKA sedikit jelas mustahil mencapai target. Ya kami berharap mudah – mudahan kedepan ada penambahan TKA supaya ada juga untuk penambahan PAD kita,” pungkasnya. (KN)</p>