Home / Tak Berkategori

Pakar: Daerah Belum Siap Mekanisme Baru BOS

- Jurnalis

Senin, 21 Maret 2011 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Muhdi menilai pemerintah kabupaten/kota belum siap dengan mekanisme baru penyaluran dana bantuan operasional sekolah. <p style="text-align: justify;">"Hal itu terbukti dengan banyaknya daerah yang mengalami keterlambatan pencairan BOS periode triwulan pertama," kata Muhdi yang juga Rektor IKIP PGRI Semarang itu, di Semarang, Senin (21/03/2011).<br /><br />Ia menyebutkan dari sebanyak 497 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 278 kabupaten/kota yang mencairkan dana BOS secara tepat waktu, lainnya mengalami keterlambatan, bahkan ada yang belum cair hingga saat ini.<br /><br />Untuk wilayah Jateng, Sekretaris Umum PGRI Jateng tersebut memberikan sedikit apresiasi, sebab dari 35 kabupaten/kota di Jateng, hanya ada dua daerah yang pencairan dana BOS mengalami keterlambatan.<br /><br />"Saya mengapresiasi pencairan dana BOS di Jateng, karena sudah lebih dari 90 persen daerah sudah cair tepat waktu. Bahkan, sejumlah daerah mampu menyelesaikan pencairan BOS lebih awal," katanya.<br /><br />Akan tetapi, kata dia, dilihat secara nasional memang masih banyak daerah yang belum mampu menyelesaikan pencairan BOS, tentunya keterlambatan ini berkaitan dengan penerapan mekanisme baru pencairan BOS.<br /><br />"Kalau dulu, BOS masih disalurkan melalui provinsi dan hasilnya baik, namun pencairan BOS tahun ini yang tidak lagi melalui provinsi dan langsung kabupaten/kota mengapa justru banyak yang terlambat," katanya.<br /><br />Menurut dia, keterlambatan pencairan BOS itu disebabkan ketidaksiapan pemerintah kabupaten/kota dengan mekanisme baru pencairan BOS, terutama kesiapan sumber daya manusia (SDM) bagian keuangan pemerintah kabupaten/kota.<br /><br />"Keterlambatan ini tidak boleh terjadi lagi pada periode triwulan kedua, sebab merugikan siswa dan sekolah. Permasalahan ini harus dikaji dan dicari solusinya agar tidak terjadi lagi," katanya.<br /><br />Kalau memang SDM kabupaten/kota belum siap, kata dia, perlu disiapkan lebih baik terkait pemahaman mekanisme baru BOS sehingga dalam pencairan selanjutnya sudah siap, bahkan kalau bisa dicairkan lebih awal.<br /><br />"Keterlambatan ini bisa juga disebabkan pihak sekolah yang juga belum paham mekanisme baru BOS. Kalau seperti ini, tugas pemerintah kabupaten/kota untuk membimbing sekolah menyiapkan persyaratan BOS," kata Muhdi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru