Palangka Raya Gelar FFP Tingkat Pelajar

oleh

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Festival Film Pendek tingkat pelajar untuk pertama kali. <p style="text-align: justify;"><br />"FFP tingkat pelajar yang pertama ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun emas Kota Palangka Raya yang ke 50 tahun. Festival film pendek ini adalah yang pertama kali kita gelar," kata Kepala Disdikbud, Norma Hikmah di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Selain dari Disparekraf dan Disdikbud Kota Palangka Raya, kegiatan ini juga didukung oleh Sekolah Bina Cita Utama (BCU) dan PT Borneo Producion International (BPI). Sementara untuk peserta berasal dari pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA).<br /><br />"Selain untuk memperingati HUT emas Palangka Raya FFP ini juga memperingati HUT BCU ke 10. Peserta FFP ini mulai dari SD, SMP, SMA, SMK dan sekolah lain yang sederajat. Terdiri dari lima orang dalam satu tim produksi atau per individu setiap sekolah," kata Norma.<br /><br />Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi bakat dan potensi para pelajar agar dapat mengekspresikan diri dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Palangka Raya, yang merupakan salah satu hajatan pendidikan dan kebudayaan yang dihidupi oleh beragam pihak yang memiliki perhatian terhadap tumbuh kembangnya kreativitas pelajar dalam menginisiasi industri kreatif.<br /><br />Kegiatan FFP yang dilaksanakan untuk pertama kali ini bertema lingkungan dan budaya dimana berbentuk dokumenter atau fiksi. Sebelumnya pada Minggu 15 Maret calon peserta yang telah mendaftar akan diberikan lokakarya oleh PT. Borneo Production International sebagai bekal dasar mengenai pembuatan film.<br /><br />Selanjutnya peserta akan melakukan proses produksi film dengan mengumpulkan hasil karyanya paling lambat 18 April mendatang yang selanjutnya hasil karya film pendek tersebut akan di tampilkan saat pemutaran pada 13 Juni mendatang.<br /><br />"Untuk menginisiasi industri kreatif di skala lokal dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini, yang juga sesuai dengan visi Palangka Raya menjadi kota pendidikan, jasa dan pariwisata yang berwawasan lingkungan dalam filosofi Huma Betang," lanjutnya.<br /><br />Selain itu Kepala Disparekraf, Afendie, menyatakan bahwa FFP ini juga dapat digunakan sebagai media promosi budaya dan segala bentuk keberagaman kehidupan di Palangka Raya.<br /><br />"Kita juga bisa promosikan perkembangan dan berbagai jenis budaya yang ada di Palangka Raya melalui hasil karya mereka. Hasil kreasinya juga memungkinkan ditampilkan di jaringan Internasional dan memuat orang tertarik untuk ke Palangka Raya sehingga jumlah wisatawan juga meningkat," katanya.<br /><br />Ia menambahkan karena kegiatan ini dilaksanakan di Kota Palangka Raya untuk pertama kalinya, pihaknya mengakui jika memang masih ada beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan. Namun, tambahnya nantinya hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi.<br /><br />"Karena ini baru pertama kali tentu masih banyak yang harus dievaluasi. Kegiatan ini kita rencanakan akan menjadi agenda tahunan sehingga selain sebagai wadah siswa berkreasi ajang ini juga bisa sebagai media promosi pariwisata kita," katanya. (das/ant)</p>