Pangdam Tegaskan TNI Jaga Netralitas

oleh
oleh

Pangdam XII/Tanjungpura (TPR) Mayjen. TNI. Erwin Hudawilubis menegaskan bahwa dalam mengahadapi Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat dan Pemilihan Wali Kota di Singkawang pada Tahun 2012 ini, seluruh Anggota TNI yang ada di Kal-bar diwajibakan untuk tetap menjaga netralitas TNI. <p style="text-align: justify;">“Jangan ada anggota TNI yang terlibat kompanye baik itu Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat, maupun Pemilihan Wali Kota Singkawang, Netralitas TNI harus tetap dijaga, jangankan untuk ikut kompanye, fasilitas Negara saja yang ada di kawasan TNI tidak boleh digunakan untuk berpolitik,” tegasnya kepada sejumlah Wartawan, Kamis (09/02/2012).<br /><br />Terkait informasi majunya salah satu Anggota TNI Arym Alianyang, Erwin menegaskan bahwa dirinya belum pernah bertemu Alianyang untuk membicarakan pemilu. terkait netralitas TNI Erwn mengatakan bahwa dalam aturan sudah jelas, bahkan TNI juga sudah komitmen untuk tetap menjaga netralitas TNI.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120209042841_F012BF8.JPG" alt="" width="500" height="375" /><br /><br />“salah satunya asrama TNI dan fasilitas TNI tidak boleh digunakan untuk kampanye, dan apabila itu terjadi hal tersebut sudah termasuk pelanggaran disiplin,” tegasnya.<br /><br />Dikatakan Erwin Pemilu yang akan dilaksankan pada Tahun 2012 ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, harus ada perbaikan-perbaikan, jangan sampai ada terjadi didaerah-daerah lain. sebab jika terjadi pelanggaran-pelanggaran saat pemilu yang dirugikan masyarakat juga, seperti pembakaran kantor Bupati dan sebagainya, sebab yang digunakan untuk membangun tersebut merupakan uang dari rakyat yaitu dari pajak.<br /><br />”Sayang sekali jika terjadi keributan-keributan bahkan kalau ada pembakaran yag rugi Kita semua,” ujarnya.<br /><br />Ditempat terpisah, ketika menyampaikan pengarahan kepada 535 orang prajurit TNI yang ada di Bataliyon 644 Walet Sakti Putussibau, Erwin selaku Pangdam menegaskan juga bahwa seluruh Anggota TNI jangan sampai terlibat kompanye, jangankan untuk kompanye ditegaskanya seorang anggota TNI melakukan pengawalan saja kepada salah satu pasangan kandidat saja tidak diperbolehkan, sebab di tubuh TNI ada aturan yang jelas, buku pedoman Netralitas TNI itu harus benar-benar diphami.<br /><br />“Tidak ada ceritanya itu seorang anggota TNI melakukan pengawalan dan ikut berkompanye, dan tidak diperbolehkan fasilitas Negara yang ada di gunakan TNI untuk kepentingan NKRI digunakan untuk berkampanye, jika terjadi itu sudah merupakan pelanggaran, dan didalam aturan itu sudah jelas, TNI wajib menjaga netralitasnya,” tegas Erwin selaku Pangdam.<strong>(phs)</strong></p>