Panji : PIN Polio Jangan Dijadikan Program Formalitas

oleh

Selasa (8/3) lalu, Bupati Melawi, Panji, Sos, telah membuka secara resmi pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di ruang Raoat Kantor Bupati Melawi. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Melawi bersama istri, para kepala instansi di pemerintahan dan seluruh ibu-ibu PKK, serta puluhan ibu rumah tangga yang membawa anaknya. <p style="text-align: justify;">Pada pembukaan tersebut, Bupati bersama istrinya dan Wakil Bupati juga memberikan imunisasi kepada anak-anak yang hadir bersama ibunya.<br /><br />Pada kesempatan itu, Panji mengatakan, pelaksanaan PIN Polio merupakan program yang harud dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sebab program ini merupakan program kemanusiaan. Sebab penyakit polio merupaakan penyakit yang bisa membuat penderitanya terbebani seumur hiddupnya.<br />Pemkab juga telah mengeluarkan Perbup, dan membentuk kelompok kerja terpadu, kaitan peningkatan program PIN. <br /><br />“Kita juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada Camat, untuk menukung PIN Polio," jelasnya.<br /><br />Panji mengatakan, upaya menghilangkan virus polio ini, bukan hanya komitmen Pemda, tetapi sudah ditingkat nasional, bahkann internasional. Sebab sangat penting mencegah kecacatan bahkan kematia yang disebabkan virus polio. Termasuklah berbagai jenis penyakit lainya seperti, TBC, Difteri, tetanus, hepatitis dan sebagainya. <br /><br />bidang kesehatan menjadi satu di antara prioritas Pemerintah Daerah, yang mana proritas tersebut diwujukan dengan peningkatan alokasi pendanaan setiap tahunya. Begitupula dalam kaitan dengan program Imunisasi, juga telah dimasukan dalam Renstra. <br /><br />“Ini sudah termasuk dalam program renstra Pemda,” bebernya. <br /><br />Berkaitan dengan PIN Polio, di Melawi terpadat sekitar 19 924 balita yang berusia 0-59 bulan atau 0-5 tahunn yang menjadi sasaran vaksinasi polio. Sementara terdapat 203 pos PIN yang tersebar di 11 Kecamatan. <br /><br />Panji menyadari dalam mengejar target ini,  tentu masih banyak tantangan. Terutama akses wilayah terpencil yang sangat sulit. “Maka saya mengimbau supaya  sosialisasi dilakukan secara  terus menerus. Tidakboleh ada mayarakat yang tidak tahu,” tegasnya. <br /><br />Petugas kesehatan, lanjutnya, juga harus bekerja sama dengan kader kesehatan yang ada ditingkat desa. Camat juga harus mampu memobilisasi warga. Kepada SKPD tokoh masyarakat, stak holder berperan mensukseskan PIN Polio ini. “Kemudian kesadaran orang tua membawa anak mereka ke pos  PIN terdekat,” ujarnya.<br /><br />Pada pembukaan pencanangan PIN Polio di Kantor Bupati, terlihat sejumlah ibu rumah tangga atusias menatangi pos termasuk di halaman Kantor Bupati Melawi. Bahkan dalam menjalankan program tersebut, Ketua PKK dan Ketua GOW bergerak turun ke lapangan untuk memberikan imunisasi secara lansung ke anak-anak, yang berada di pasar tradisional maupun di TK-TK. (KN)</p>