Panwaslu Kotim Bantah Tidak Transparan Kelola Keuangan

oleh

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah tampak dingin menanggapi tudingan tidak transparan dalam hal pengelolaan keuangan yang diarahkan pada mereka. <p style="text-align: justify;">"Silakan saja, yang penting kami tidak seperti itu dan kami siap membuktikan. Kami selalu terbuka dan dana yang disalurkan ke Panwas kecamatan juga disampaikan laporannya," kata Ketua Panwaslu Kotim, Eka Sazli di Sampit, Sabtu.<br /><br />Penegasan itu disampaikan Eka menanggapi tudingan Slamet yang mengaku sebagai Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Baamang. Slamet menuding Panwaslu Kotim tidak transparan terhadap anggaran untuk kecamatan, bahkan dia menduga ada anggaran yang dipertanyakan penggunaannya.<br /><br />Eka menduga masalah ini bentuk ketidakpuasan Slamet atas konflik internal di Panwascam Baamang. Dia menyebut bahwa Slamet sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Panwascam Baamang karena telah diganti oleh anggota lainnya di Panwascam setempat.<br /><br />"Kita bicara aturan dan sudah jelas mana yang sah. Kantor Panwascam Baamang pun ada dua, tapi yang legal itu adalah yang di Jalan Tidar," tegas Eka.<br /><br />Dia berharap Panwascam Baamang bisa menyelesaikan masalah internal. Sedangkan terkait dugaan ada ketidakberesan dalam penggunaan keuangan di Panwaslu Kotim, Eka mengatakan pihaknya siap menjelaskan dan membuktikannya.<br /><br />Sementara itu, Slamet dalam pernyataannya mempertanyakan pengelolaan keuangan, khususnya untuk Panwascam Baamang, dinilainya tidak transparan sehingga harus ditelusuri bersama.<br /><br />Dia mencontohkan, anggaran untuk pihaknya di Panwascam Baamang tidak disalurkan sebagaimana mestinya sehingga dirinya harus mencari pinjaman untuk pengadaan perlengkapan kantor seperti meja dan kursi.<br /><br />Slamet menuntut agar Panwaslu Kotim menyalurkan dana yang menjadi hak pihaknya. Dia mengancam akan melaporkan masalah itu ke instansi terkait, bahkan ke jalur hukum.<strong> (das/ant)</strong></p>