Partisipasi Publik Tinggi, Sintang Raih Penghargaan Otonomi Award 2013

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Sintang sudah memberikan ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam berbagai kebijakan pemerintahan. Respon masyarakat juga sangat baik dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Tingginya partisipasi publik tersebut diganjar penghargaan Otonomi Award Tahun 2013 yang diserahkan langsung oleh CEO Harian Pontianak Post Untung Sukarti di Takalar Convention Hall Hotel Mahkota Pontianak pada Sabtu, 14 Desember 2013. <p>Pontianak Post Institute of Pro Otonomi (PPIP) bekerjasama dengan USAID menilai Kabupaten Sintang dalam bidang Performa Politik khususnya untuk indikator  Partisipasi Publik adalah yang terbaik dan mampu menyisihkan kabupaten lain di Kalbar</p> <p>Respon yang diberikan masyarakat ditunjukan dengan tingginya partisipasi publik dalam pengawasan pelaksanaan pemerintahan, adanya pemekaran desa, meningkatnya Alokasi Dana Desa, hampir semua desa memiliki peraturan desa dan berjalannya program Desa Mandiri.</p> <p>Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si usai menerima penghargaan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi. “ada tiga komponen yang memang harus saling melengkapi yakni pemerintah, masyarakat dan swasta. Saya berterima kasih kepada semua pihak atas keberhasilan kita bersama dalam mendapatkan penghargaan otonomi award ini. Oleh sebag itu, kita harus bersama-sama mempertahankannya pada tahun yang mendatang” jelas Bupati Sintang.</p> <p>“sebenarnya penghargaan ini bukan tujuan utama kita, namun kualitas kerja Pemerintah Kabupaten Sintang yang akan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi serta partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang juga akan bisa lebih baik” tambah Bupati Sintang.</p> <p>Untung Sukarti CEO Harian  Pontianak Post menjelaskan bahwa Otonomi Award ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi yang kuat kepada setiap Pemda untuk melakukan inovasi di berbagai bidang  dan bekerja keras memperjuangkan  kesejahteraan yang merata dan adil.</p> <p>“USAID bersikukuh agar program ini terus berjalan, artinya masyarakat Amerika Serikat mendukung Pemda di Kalbar untuk membenahi kinerja dan memberikan pelayanan yang baik, memperbaiki kekurangan yang ada. Kinerja terus diperbaiki secara berkesinambungan” tambah Untung Sukarti.</p> <p>Asisten Administrasi Pembangunan Setda Propinsi Kalbar Drs. Sumarno menjelaskan bahwa Otonomi Award ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat dengan Harian Pontianak Post dalam rangka mendorong kinerja pemerintah daerah yang ada di Kalbar. Desentralisasi merupakan pengelolaan pemerintahan yang terbaik. Propinsi Kalimantan Barat sangat luas dengan 12 kabupaten dan 2 kota. Sehingga propinsi kalbar  memungkinkan untuk dimekarkan sehingga menjadi tiga propinsi. Otonomi Award diharapkan bisa memotivasi pemerintah daerah untuk menunjukan kinerja yang terbaik bagi seluruh masyarakat.</p> <p>Otonomi Award merupakan model monitoring otonomi daerah (OTDA), yang mengadopsi sistem kompetisi. Otonomi award bukan ajang kejuaraan, melainkan program festival yang mempunyai prinsip mengedepankan karya, bukan kesempurnaan komprehensif. tujuannya dalam rangka untuk mengupayakan kemajuan daerah melalui otonomi, mengintrodusir perubahan melalui penganugrahan atas beberapa capaian positif serta guna memunculkan efek kompetisi positif kearah kemajuan dan menciptakan efek penularan dan saling belajar good practices antar daerah.</p> <p>Kabupaten Sintang sempat masuk nomonasi Bidang Ekonomi untuk Indikator pemerataan ekonomi dan Bidang Pelayanan Publik untuk indikator Pelayanan kesehatan.</p>