Pasar Sekadau Butuh Lokasi Bongkar Muat

oleh

Semrawutnya kondisi Pasar Sekadau akibat aktivitas bongkar-muat kendaraan truk-truk sembilan bahan pokok (Sembako), membuat berbagai kalangan menilai perlu adanya terminal bongkar muat. <p style="text-align: justify;">Terminal itu diyakini bisa menjadi solusi kesemerawutan pasar akibat aktivitas yang tinggi. Hotel Miaga menjadi sasaran dan kawasan parkiran hotel itu memang milik pemerintah.<br /><br />”Pencanangan pembuatan terminal khusus untuk truk-truk Sembako melakukan aktifitas bongkar-muat yang selama ini, pemerintah daerah akan melakukan pengelolaan lahan milik Pemkab di tengah-tengah Pasar Sekadau,” ungkap Ir Abang Ahmad Yani MP, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Pariwisata pada kalimantan-news, Jumat (13/05/2011). <br /><br />Lahan yang dicanagkan adalah lahan milik pemerintah daerah yang saat ini dipinjam pihak swasta sebagai lahan parkir kendaraan karena berada di tengah pasar dan sebuah bangunan hotel.<br /><br />Lahan tersebutlah yang diperkirakan Yani sangat pas sebagai kawasan bongkar muat untuk terminal angkutan barang dalam kota sekadau. Menurutnya dengan dijadikannya terminal di atas lahan milik Pemkab ini, bukan berarti merugikan pihak pengusaha Hotel, hal ini dikarenakan akan berjalannya kesinambungan di mana pihaknya lebih mudah mengakomodir keluar-masuknya kendaraan Sembako.<br /> <br />“Kemudian pihak pengelola hotel sendiri, mendapat keuntungan dengan dijadikannya lahan itu terminal bongkar-muat. Kalau diparkir dengan baik dan teratur, jelas aktivitas bongkar-muat di halaman Hotel dan supir-supir truk itu, tidak sulit mencari penginapan untuk beristirahat dan menjadi pemasukan tersendiri bagi pihak hotel,”yakinnya. <strong>(phs)</strong></p>