Pasca Kenaikan BBM, Harga Sembako Merangkak Naik

oleh

Pasca kenaikan Harga BBM pada 28 Maret 2015 lalu, sejumlah Kebutuhan Pokok di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat merangkak Naik. <p style="text-align: justify;">Beberapa Kebutuhan  Bahan Pokok  ini terjadi di sejumlah pasar di Kota Sintang mulai  Pasar Tradisional Pasar Inpres, hingga  Pasar Sungai Durian. <br /><br />Tak puas dengan meniakan Harga Gas Elpiji, kini pemerintah menaikan harga BBM sehingga warga di bebani dengan kebutuhan lainya seperti beras, minyak goreng,hingga rempah rempah seperti bawang dan cabai. <br /><br />Pengelola Pantia Ashan Muhammadiyah Sintang  Ahcmad Dison mengatakan akibat kenaikan Gas Elpiji 12 Kilogram yang semula, Rp.130 ribu pertabung menjadi Rp.180 ribu pihaknya kini menggunakan kayu api untuk memasak.  <br /><br />“Jelas ini memberatkan kami karena kebutuhan pokok yang cendung mengalami kenaikan, Kita kewalahan dalam mengatur anggaran kebutuhan di Panti asuhan,” Katanya Kepada RRI di Pasar Inpres Sintang, Rabu(30/3/2015).<br /><br />Kebutuhan logistik Panti Asuhan hanya dapat membeli kebutuhan yang terjangkau, menurutnya untuk Bawang merah saja saat ini sudah mengalami kenaikan dari 20 ribu sudah berada pada kisaran 30 ribu per kilogramnya.<br /><br />“Anggaran belanja harus di irit bahkan kia sudah tidak lagi menggunakan Gas untk bahan bakar, kita kembali menggunaan Kayu api untuk memasak makanan,” Tambahnya.<br /><br />Kondisi ekonomi ini seperti ini jelas sangat memberatkan masyarakat, Pemerintah saat ini menurut Achmad Dison malah melahirkan kebijakan- kebijakan ekonomi yang membebani masyarakat.<br /><br />Beban Masyarakat Sintag semakin bertambah setelah anjloknya harga komditi karet rakyat yang menjadi andalan pendapatan Masyarakat.  (fik)</p>