Pasca Penundaan Kenaikan BBM, Indag Himbau Pedagang Sesuikan Harga

oleh

Pasca keputusan sidang paripurna DPR RI yang menunda kenaikan harga BBM dengan catatan tertentu, para pedagang diminta untuk melakukan penyesuaian harga berbagai kebutuhan masyarakat di pasar. Hal ini disampaikan oleh kepala Disperindagkop dan UKM Sintang H.Abdurrani ketika ditemui di pendopo kediaman dinas bupati kemarin. <p style="text-align: justify;">“Kita himbaulah agar pedagang cepat melakukan penyesuaian harga. Karena ternyata tidak terjadi kenaikan harga BBM, artinya belum terjadi kenaikan biaya transportasi,”ungkapnya. <br /><br />Sebagaimana diketahui bahwa isu kenaikan harga BBM yang dihembuskan pemerintah pusat sejak awal April lalu, telah memicu kenaikan harga terlebih dahulu. Harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, telur dan sejumlah bahan lainnya telah mengalami kenaikan yang signifikant. Hingga kini harga sejumlah bahan kebutuhan masyarakat tersebut belum juga mengalami perubahan. <br /><br />“Kalau memang tidak ada perubahan, kita  sudah komunikasi dengan Disperindag provinsi untuk terjadinya penyesuaian harga. Tapi sebenarnya kalau tentang harga, hal itu sangat tergantung dengan mekanisme pasar,”jelasnya.<br /><br />Ditambahkan pula oleh H.Abdurani bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan sidak ke sejumlah pasar yang ada di Sintang untuk memantau harga. <br /><br />“Kita akan sesegara mungkin melakukan sidak ke pasar-pasar untuk memantau harga secara langsung dan memberikan himbauan kepada pedagang untuk tidak menaikan harga karena BBM belum dinaikan harganya,”katanya.<br />Jika masih ada pedagang yang membandel dan tetap menjual barang dengan harga tinggi, maka masyarakatlah yang kemudian akan melakukan penilainya. “Pembeli bisa menilai, jadi kalau harganya lebih mahal, maka pembeli bisa pindah ke pedagang lain,”pungkasnya. <strong>(ek/ast)</strong></p>