Pasokan Kebutuhan Ke Sampit Terhambat Gelombang Tinggi

oleh

Masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, usai lebaran ternyata juga disebabkan oleh terhambatnya pasokan dari pulau Jawa. <p style="text-align: justify;"><br />"Pasokan belum lancar. Pasokan dari Jawa masih ada hambatan karena gelombang tinggi, tapi sekarang dari Banjarmasin mulai mengalir. Di pelabuhan di sana saat ini sudah antre bongkar barang," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar Kotim, Mudjiono di Sampit, Selasa.<br /><br />Saat ini harga sejumlah kebutuhan, khususnya yang didatangkan dari luar daerah, seperti beras dan berbagai jenis sayuran, tetap tinggi meski lebaran sudah satu pekan berlalu. Hal ini dikeluhkan masyarakat karena cukup memberatkan keuangan mereka.<br /><br />Selama ini sebagian kebutuhan di Kotim dipasok dari luar daerah seperti Jawa dan Kalimantan Selatan. Saat ini pasokan dari Jawa tersendat sehingga hanya mengandalkan pasokan melalui Kalimantan Selatan meski jumlahnya terbatas.<br /><br />Hukum pasar pun berlaku. Ketika pasokan tersendat dan stok berkurang, harga berangsur naik dan diperkirakan baru akan mulai normal saat pasokan kembali lancar dan stok barang mencukupi permintaan.<br /><br />"Kami memprediksi dua pekan ke depan pasokan sudah kembali normal. Selain cuaca di laut kita harapkan membaik, para agen yang saat ini masih berlebaran juga akan kembali beraktivitas mengirim barang," sambung Mudjiono.<br /><br />Ditanya soal kenaikan harga, Mudjiono menyebut bahwa kenaikan saat ini masih di bawah angka 5 persen sehingga dinilai masih dalam batas kewajaran. Dia berharap pasokan kembali normal sehingga harga kembali turun.<strong> (das/ant)</strong></p>