PDAM Kotabaru Merugi Rp 7 Miliar

oleh
oleh

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru, Kalsel, hingga 2009 merugi sekitar Rp7 miliar. <p style="text-align: justify;">Direktur PDAM Kotabaru, Zulkifli AR, Rabu, menuturkan, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sejak PDAM dibangun hingga 2009 mengalami kerugian hingga Rp7 miliar lebih.<br /><br />"Kerugian tersebut murni karena biaya produksi dan biaya operasi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penjualan," jelasnya.<br /><br />Jumlah tersebut, menurut Zulkifli, masih akan bertambah. Hal itu akan dapat diketahui setelah adanya audit BPK pertengahan 2011.<br /><br />Karena hingga saat ini PDAM Kotabaru belum mampu menerapkan harga air bersih sesuai dengan biaya produksi dan biaya operasional.<br /><br />Belum lagi ditambah dengan biaya penyusutan, maka PDAM akan selalu merugi.<br /><br />"Untuk itu, kami pelan-pelan mencoba menyesuaikan antara biaya produksi, biaya operasional dengan tarif penjualan," terang dia.<br /><br />Dia menjelaskan, biaya produksi air bersih saat ini mencapai Rp2.214 per liter, sementara tarif dasar PDAM hanya sebesar Rp750 per liter dan tarif rata-rata Rp1.926.<br /><br />Menurut dia, kerugian PDAM tersebut sangat dirasakan manajemen dan karyawan, terlebih sejak 2008 PDAM tidak lagi mendapatkan dana subsidi dari pemerintah.<br /><br />"Sudah beberapa tahun ini, kami tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah, tetapi kami mendapatkan dana untuk membangun jaringan," katanya.<br /><br />Sementara itu, jumlah pelanggan PDAM Kotabaru hingga saat ini berkisar 8.700 pelanggan dengan sekitar 84 persennya pelanggan rumah tangga sisanya pelanggan umum. <strong>(phs/Ant)</strong></p>