PDAM Kotawaringin Timur Telusuri Penyebab Bakteri

oleh

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah akan segera menelusuri penyebab munculnya bakteri dalam air yang didistribusikan ke pelanggan. <p style="text-align: justify;">Direktur PDAM Dharma Tirta Kabupaten Kotawaringin Timur, Selamet di Sampit, Rabu mengatakan, diketahuinya air PDAM mengandung bakteri Escherichia coli dan coliform setelah adanya pemerikaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur belum lama ini.<br /><br />Dirinya mengaku, telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan penelusuran penyebab utama adanya bakteri tersebut.<br /><br />Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti dari mana asal-usulnya, apakah dari pipa saluran yang bocor atau dari saat pensterilan air.<br /><br />Ia juga mengakui, selama ini kontrol agar air hasil produksi benar-benar steril masih agak lemah karena PDAM sendiri saat ini masih menggunakan tenaga manual semua.<br /><br />Menurut Selamet, selama ini proses penyulingan air baku yang diambil dari Sungai Mentaya menggunakan campuran sejumlah bahan kimia penjernih antara seperti amonium sulfat (tawas), soda api dan kaporit untuk mematikan bakteri.<br /><br />"Kami sangat yakin pencemaran tidak terjadi pada penampungan air yang sudah bersih, melainkan pada pipa penyaluran dan hal itu masih terus dilakukan penelusuran untuk segera dibenahi," katanya.<br /><br />Sampai dengan tahun 2011, PDAM Dharma Tirta Kotawaringin Timur hanya mampu menyalurkan air bersih kepada 22 ribu pelanggan.<br /><br />Sebagian besar pelanggan PDAM berada dalam Kota Sampit yaitu mencapai 17.600 pelanggan.<br /><br />"Untuk mengejar penambahan pelanggan kami masih pas-pasan dananya. Apalagi jika untuk menerapkan sistem sterilisasi yang otomatis atau modern, maka akan membutuhkan dana yang lebih besar lagi termasuk dana untuk konsultannya," terangnya.<br /><br />Sementara itu alokasi anggaran penyertaan modal dari Pemerintah Daerah untuk tahun 2011 ini ada sebesar Rp4,5 miliar dan pihaknya masih menunggu pencairan dana itu untuk digunakan menambah jaringan pipa penyaluran termasuk mengganti jaringan pipa yang sudah tua.<br /><br />Hingga saat ini masih banyak kawasan-kawasan pemukiman di perkotaan yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM karena jaringan pipanya belum ada terutama untuk wilayah komplek perumahan yang baru bangun.<strong> (das/ant)</strong></p>