PDIP Tagih Janji 100 Ton Beras dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Untuk Korban Banjir Sintang

oleh

SINTANG, KN – Banjir di Kabupaten Sintang telah melanda wilayah di hampir semua kecamatan di kabupaten Sintang dalam beberpa pekan terakhir ini.

Terparah di pusat kota Sintang. Masyarakat sangat merasakan kesulitan dan kesusahan akibat banjir tersehut. Banyak rumah, harta benda masyarakat terendam bahkan rusak.

Banjir ini juga menyebabkan masyarakat tidak dapat bekerja seperti biasa, banyak yang kehilangan penghasilan pada saat banjir seperti ini.

Masyarakat bahu membahu memberikan bantuan kepada korban banjir. Dari Perorangan, lembaga, ormas bahkan partai politik. Tidak ketinggalan dari PDI Perjuangan yang sudah sejak sepekan lalu turut membagikan sembako kepada masyarakat.

“Kita telah sejak minggu lalu sudah gotong royong memberikan bantuan kepada masyarakat dengan membagikan Paket sembako kepada masyarakat terdampak, serta membantu dapur umum masyarakat bahkan membuat dapur umum partai PDI Perjuangan“ ujar Jeffray, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Sintng.

Selain dari itu, Bapak Lasarus selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar dan Sebagai Ketua Komisi V juga telah menyalurkan bantuannya berupa beras 26 ton, Mie Instan, telur, gula dan bahan sembako lainnya. dibantu relawan bekerja sama dengan pengurus partai kita sama-sama menyalurkan bantuan tersebut.

jika kita melihat langsung dilapangan masah banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan yang cukup untuk mereka bertahan dikondisi banjir ini.

“Kita juga harapkan agar pemerintah propinsi segera menyalurkan bantuannya melalui Pemda sintang Menurut informasi yang kita dengar, bahwa Gubernur telah menjanjikan bantuan beras 85 ton dan Wagub 15 ton beras pada saat kunjugannya ke kabupaten sintang beberpa waktu yang lalu. Ini apakah sudah di salurkan atau belum. Jika belum, kapan di salurkannya, jika sudah kemana di salurkan. atau pun jika sudah berada di sintang, dimana di simpannya. Karena kita berharap pemerintah segra salurkan bantuan sembako kepada masyarakat” tanya Jeffray.

Menurut informasi yang kita peroleh, Per hari ini di pontianak pun kita sudah kesulitan kalau mau beli beras dalam jumlah banyak. Harus antri 2 sampai 3 hari.

Kalau memang barang itu ada, minta pemda segera keluarkan dan distribusikan. Sekarang dan paskha banjir masyarakat masih sangat perlu untuk bertahan sampai kembali normal.

Kondisi sekarang, masyarakat terdampak sangat menunggu uluran tangan dari semua pihak.

“Kita berharap bahwa banjir ini akan segera surut, dan kembali normal. Agar aktifitas juga bisa kembali normal” harap Jeffray. (Rl)