Pecandu Narkoba Makassar Di Urutan 20

oleh

Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan merupakan berada pada urutan 20 dari 30 kota kota besar di Indonesia dengan tingkat pecandu narkoba tinggi berdasarkan hasil pemantauan Badan Narkotika Nasional. <p style="text-align: justify;">Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan merupakan berada pada urutan 20 dari 30 kota kota besar di Indonesia dengan tingkat pecandu narkoba tinggi berdasarkan hasil pemantauan Badan Narkotika Nasional.<br /><br />"Kota Makassar yang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia juga mempunyai citra kurang baik seperti masih tingginya tingkat penggunaan narkoba bagi sebagian warga," kata Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur dalam rapat Koordinasi Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar, Senin.<br /><br />Penilaian itu menurut Guntur didasarkan data resmi dari BNN.<br /><br />Ia mengatakan, jumlah pecandu narkoba Makassar sudah mencapai angka 51 ribu orang dari berbagai kalangan yang didominasi oleh kaum remaja.<br /><br />Dengan adanya pertumbuhan angka pecandu narkoba itu maka dimungkinkan juga menjadi penyebab semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS di Makassar.<br /><br />"Jumlah pecandu narkoba Makassar ini tentu menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah penularan HIV/AIDS di Makassar," katanya.<br /><br />Menurutnya, jumlah pecandu narkoba di Makassar harus menjadi keprihtinan semua warga dan ini harus diantisipasi seluruh warga Makassar. <br /><br />Seluruh lapisan masyarakat harus mampu melakukan upaya sosialisasi dan melakukan pendekatan persuasif dan preventif kepada sesama warga agar tingkat pecandu narkoba bisa dicegah.<br /><br />"Kita harus mengangkat dan menamkan budaya Siri` (malu) itu pada jiwa raga kita. Apalagi, Indonesia secara global masuk dalam ranking satu prudusen ekstasi. Inilah yang harus kita waspadai di Makassar," ucapnya.<br /><br />Selain itu, dirinya juga kembali mengingatkan kepada seluruh staf dan pejabat lingkup Pemkot Makassar untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba karena jika itu terjadi, maka akan langsung diberikan sanksi pemecatan.<br /><br />"Hati-hati para pejabat. Sudah banyak laporan saya bahwa ada yang gunakan narkoba. Jadi hati-hati semuanya karena ada sanksi tegas seperti pemecatan," tegasnya.(Eka/Ant)</p>