Pedagang, Bandel Perindakop ancam Tindak dengan Undang-undang

oleh

Peredaran barang di pasaran Sekadau kian, hari kian meningkat. Untuk mengontrol secara berkala Dinas terkait harus mengerahkan kemapuan lebih jauh meski masih terbatas fasilitas. Sebagai langkah pencegahan, pedagang sebagai pelaku utama sudah selayaknya mendapatkan pengetahuan mengenai laik tidaknya barang yang mereka jual belikan. <p style="text-align: justify;"><br />Pada Kamis (06/10/2011), Dinas Perindakkop-Ukm melakukan sosialisasi tentang peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa bagi para pedangang Sekadau dan para penyedia jasa.<br /><br />Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Drs.Yohanes Jhon mewakili Bupati membuka dalam sambutanya mengatakan terkait mengenai peredaran barang konsumsi masyarakat di pasaran.<br /><br />Ia mengharapakan para pelaku usaha yang berhubungan langsung dengan konsumen yang notabene masyarakat agar tidak menjual barang tidak layak konsumsi di pasaran.<br /><br />“Jangan terpengaruh dengan harga yang murah dari agen, lalu di jual ke masyarakat, padahal mengandung berbagai zat berbahaya,”tukas Sekda.<br /><br />Maraknya, peredaran barang ilegal seperti ayam dan daging negri jiran (Malaysia) yang sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu dinilai Sekda sebagai sebuah pelajaran bagi para pelaku usaha.<br /><br />“Meski tidak di daerah kita, harus waspada jangan tergiur murahnya,”ungkap Jhon mengingatkan pedagang selaku pelaku utama di pasaran.<br /><br />Sementara itu, Kadis Perindakkop Ukm Makmur Pakpahan SE, dalam paparanya mengungkapkan selama ini, dinas yang ia pimpin, sudah cukup usaha dalam mencegah peredaran tak layak konsumsi di pasaran. Berbagai upaya dilakukan dari rill dengan sidak, sampai pada sosialisasi dan peringatan.<br /><br />“Sidak jelang hari besar tetap kita jadwalkan, hari biyasa kita tetap awasi,”kata.<br />Makmur.<br /><br />Para pedagang juga ia harapkan bisa memilah-milah barang yang dijual tidak beresiko bila di konsumsi konsemen dan tidak tersangkut dengan undang-undang seperi barng ilegal. <br /><br />Lelaki berdarah sumatra ini juga mengecam para pelaku usaha ilegal dengan mengancam dengan jeratan undang-undang yang diberlakukan di negara ini.<br /><br />“Kita ada undang-undang ke pabeanan, dan undang undang perlindungan konsumen,”tegas pemilik marga Pakpahan ini.<br /><br />Selain mengenai peredaran barang, dalam sosialisasi ini juga diselipkan sosialisasi perpajakan, PBB, NPWP dan Sensus wajib pajak oleh LP2KP Sanggau – Sekadau kepada para peserta.<strong>(phs)</strong></p>