Sebagai ungkapan kekecewaan kepada pemkab Sanggau karena janji yang disampaikan tidak satupun terpenuhi. Para pedagang Pasar Rawa Bangun (RB) Sanggau memilih mendirikan pohon ditengah jalan tepatnya Jl Pancasila Sanggau yang mereka beri nama pohon duit yang berisi buah-buahan busuk serta sayur-sayuran yang tidak habis dijual. <p style="text-align: justify;">Selain mendirikan sebuah pohon, para pedagang juga melampiaskan kekecewaan kepada pemkab Sanggau dengan membuat majalan dinding (mading) koran terkait janji pemkab Sanggau tersebut. Serta membuat karikatur yang berisi permintaan kepada pemkab Sanggau agar merealisasikan janji-janji yang pernah disampaikan kepada pedagang pada saat relokasi dilaksanakan sebulan silam.<br /><br />Apa yang dilakukan para pedagang Pasar Rawa Bangun tersebut banyak mendapat perhatian masyarakat sekitar Kota Sanggau. Baik dari kalangan PNS, anggota DPRD sampai kepala dinas dan unsur-unsur lain di wilayah ini. Bahkan beberapa diantara masyarakat rela berhenti untuk melihat apa yang dipajang oleh para pedagang tersebut.<br /><br />Seorang pedagang Pasar Rawa Bangun Azrul (35) ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan pedagang untuk mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap janji yang disampaikan pemerintah. Selain dengan menggelar barang dagangan mereka yang busuk seperti yang dilakukan saat ini.<br /><br />“Ini sudah menjadi puncak kekecewaan kami, jika memang pemkab Sanggau tidak mendengar apa yang kami sampaikan maka pada tanggal 30 Juni 2011 ini kita sepakat untuk bersama-sama meninggalkan Rawa Bangun. Dan kembali berjualan di tempat yang lama yang selama ini menjadi tempat kami berjualan,” ujarnya.<br /><br />Sementara ketua Persatuan Pedagang Pasar Rawa Bangun Jefri Al Filly Putera, mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk menahan anggotanya agar tidak pindah. Namun karena hingga kini kredit yang diajukan pedagang pun belum terjawab oleh Bank yang sudah ditunjuk pemkab Sanggau, maka dirinya tidak bisa berbuat banyak.<br /><br />“Sebanyak 30 orang pedagang mengajukan kredit antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta ke Bank Mandiri, namun hingga kini belum terjawab. Sementara pedagang yang lain sudah mengajukan ke BRI dan Bank Kalbar, apa yang mereka ajukan juga ditolak secara langsung oleh kedua Bank tersebut. Padahal bupati mengatakan Bank-Bank tersebut siap mengucurkan kredit kepada pedagang,” tandasnya.<br /><br />Pimpinan Cabang Bank Kalbar Sanggau Syariful Yusuf, dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan pihaknya tidak pernah menolak permintaan kredit masyarakat termasuk pedagang Pasar Rawa Bangun. Hanya saja prosesnya disesuaikan dengan prosedur standar <br /><br />pengajuan kredit masyarakat pada umumnya, dan semua kredit yang dicairkan harus menggunakan agunan kecuali untuk pengajuan dibawah Rp 5 juta. <strong>(phs)</strong></p>














