Pedagang Pengumpul Mulai Kesulitan Dapatkan Karet Mentah

oleh

Para pedagang pengumpul karet yang banyak terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, mulai kesulitan mendapatkan untuk membeli komuditas perkebunan rakyat tersebut. <p style="text-align: justify;">"Sejak harga karet anjlok, petani tidak lagi mau menyadap pohon karet dan akibatnya sulit mendapatkan untuk membeli karet mentah," kata Mido Basmi, seorang pedagang pengumpul karet di Kecamatan Batang Alai Timur, Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Tengah, Kamis (24/03/2011).<br /><br />Harga karet mentah yang terus mengalami penurunan, menjadikan petani dan pemilik kebun karet memilih tidak menyadap pohon karet milik mereka, hingga kondisi harga membaik.<br /><br />Harga karet pada tingkat petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini berkisar Rp3.000/kg, dari sebelumnya pernah mencapai Rp16.000/kg..<br /><br />"Kalau tidak ada petani yang menjual karet, maka kami juga kehilangan usaha dan pekerjaan," ujarnya.<br /><br />Sementara pihak PT DKJ, Masadi mengaku pihaknya masih melakukan pembelian secara terbatas dengan harga Rp10.000 hingga Rp12.000/kg.<br /><br />"Kami tidak tahu dari mana informasi yang menyebutkan kami tidak lagi melakukan pembelian, padahal perusahaan masih terikat kontrak dengan mitra di luar negeri untuk tetap menyuplai karet," ucapnya.<br /><br />Untuk memenuhi target kontrak dengan mitra kerja di luar negeri, PT DKJ tetap berproduksi dan membeli karet petani setempat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>