Pedagang Permata Martapura Tolak Pembangunan Toko Baru

oleh

Pedagang permata di Kompleks Pertokoan Cahaya Bumi Selamat Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menolak pembangunan dua unit toko baru di lingkungan kompleks pertokoan tersebut. <p style="text-align: justify;">"Bangunan baru itu terkesan dipaksakan karena ukuran dan tempat tidak sesuai desain sebuah toko karena membuat pembeli tidak leluasa berbelanja," ujar satu pedagang permata Muhammad Iqbal di Martapura, Senin.<br /><br />Menurut pedagang yang menempati Blok A mewakili sekitar 100 pedagang lain di kompleks pertokoan permata yang dikenal luas masyarakat lokal, nasional, dan internasional itu, penambahan bangunan membikin semrawut.<br /><br />Ia mengatakan, selain terkesan dipaksakan, pembangunan dua unit toko tersebut juga tidak sejalan dengan keinginan pengelola kompleks pertokoan yakni PD Pasar Bauntung Batuah yang ingin menata pertokoan lebih baik.<br /><br />"PD Pasar Bauntung Batuah pernah berjanji siap menata pertokoan menjadi lebih baik, tetapi keberadaan bangunan toko baru itu justru tidak sejalan dengan janji tersebut," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, tanah kosong yang disulap menjadi dua unit toko baru itu lebih baik jika dibersihkan kemudian dibuatkan taman yang dihiasi berbagai jenis tanaman hias sehingga menambah keindahan kawasan pertokoan.<br /><br />Disamping menambah keindahan, keberadaan taman di dalam kawasan pertokoan juga membuat pengunjung lebih nyaman berbelanja di pertokoan yang banyak menjual permata baik intan, berlian maupun aksesoris tersebut.<br /><br />Komisi I DPRD Banjar yang sebelumnya menerima laporan pedagang terkait dua unit bangunan toko baru itu, Senin melakukan sidak ke lokasi untuk mengetahui posisi bangunan yang dikeluhkan pedagang itu.<br /><br />Hasil sidak anggota dewan menemukan bangunan baru berada di Blok F dan konstruksinya masih berupa kerangka beton yang disokong penyangga kayu galam dan diperkirakan bangunan baru itu disiapkan menjadi toko.<br /><br />Ketua Komisi I DPRD Banjar Imran Hadimi mengatakan, seharusnya dua unit bangunan baru itu melalui studi kelayakan meski pun sebagai pengelola PD Pasar memiliki kewenangan membangun sesuai dalam Perda 11 tahun 2008.<br /><br />"Meskipun memiliki kewenangan mendirikan, membangun dan mengelola prasarana pasar sesuai perda, seharusnya PD Pasar memperhatikan lingkungan sekitar disamping adanya studi kelayakan bangunan," ujarnya.<br /><br />Ditekankan, pihaknya menyayangkan pembangunan dua unit toko baru itu apalagi perizinannya dari instansi terkait belum dilengkapi disamping belum adanya persetujuan penambahan bangunan dari DPRD setempat.<br /><br />Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Warsiyat yang berupaya dikonfirmasi wartawan, Senin siang baik datang ke kantornya maupun janji bertemu tidak berhasil ditemui dengan alasan sibuk rapat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>