Pedagang Pungut Harta Sisa Kebakaran

oleh

Sejumlah pedagang di kompleks pasar besar kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah memungut harta benda sisa kebakaran besar yang terjadi, Senin sore. <p style="text-align: justify;">"Ada beberapa barang yang terbakar sedikit tapi masih layak untuk dipergunakan. Waktu terjadinya kebakaran tidak sempat menyelamatkan karena apinya sangat besar," kata seorang korban kebakaran Hj Lela di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Berdasarkan data Polres Palangka Raya, kebakaran menghanguskan sekitar 150 kios dan mengakibatkan sebagian besar barang tidak dapat diselamatkan karena para pedagang sudah pulang dan menutup usahanya.<br /><br />Hj Lela mengatakan, setelah mendapat informasi terjadi kebakaran langsung menuju ke pasar besar. Apinya sangat besar, ditambah gelap dan sempitnya jalan menuju kios menyebabkan sulit menyelamatkan barang dagangan.<br /><br />"Ini kami memungut sisa yang tidak terbakar, dan syukur-syukur bisa dijual kembali. Ya setidaknya mengurangi kerugian lah," kata Hj Lela sembari berharap Pemerintah Kota bisa meringankan kerugian dan mempercepat perbaikan kios agar dapat berjualan kembali.<br /><br />Sejumlah pedagang di pasar tampak sibuk memungut beras, minyak goreng dalam plastik dan botol kaca, bawang merah dan putih maupun lainnya, padahal asap bekas kebakaran sangat mengganggu pernapasan.<br /><br />Bahkan, para pedagang sama sekali tidak menghiraukan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang yang sedang memantau lokasi kebakaran dan lebih sibuk memungut sisa kebakaran.<br /><br />"Mau bagaimana lagi pak, barang dagangan kami kan banyak yang terbakar. Paling tidak barang yang hanya terbakar sedikit bisa kami selamatkan," kata pedagang korban kebakaran lainnya, Hendra.<br /><br />Pria yang berjualan sembilan bahan pokok (sembako) ini mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta. Dia berharap ada perhatian dari pemerintah, katanya.<br /><br />Sekitar 150 kios pedagang sayuran, ikan dan daging di kompleks pasar besar Kota Palangka Raya ludes terbakar, Senin sore. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.05 wib dan asal api diduga dari korsleting listrik kios milik Hj Wati.<strong> (das/ant)</strong></p>