Sejak beberapa hari terakhir para pedagang yang sebelumnya di relokasi oleh pemkab Sanggau ke Pasar Rawa Bangun (RB) Sanggau mulai kembali meninggalkan pasar tersebut. Pasalnya pemkab Sanggau dianggap tidak menepati janji yang pernah disampaikan kepada mereka pada saat relokasi dilaksanakan. <p style="text-align: justify;">Seorang pedagang Riwati (50), mengatakan sejak dilakukan relokasi hampir sebulan silam, tak ada satupun janji yang ditepati oleh pemkab Sanggau, padahl bupati secara terbuka kepada PKL mengatakan akan memberikan kemudahan kepada para PKL yang mau di relokasi. Seperti penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penataan lapak-lapak yang menjadi tempat relokasi.<br /><br />"Kami sudah terlanjur kecewa dengan janji pak bupati, makanya kami memilih untuk kembali berjualan di lapak yang sebelumnya sudah kami tinggalkan. Karena pada kenyataanya pemkab Sanggau tidak siap merelokasi kami, ini yang membuat kami merugi selama pindah ke Rawa Bangun," tandasnya, Jumat (17/6).<br /><br />Sementara pedagang Pasar Rawa Bangun yang hingga kini belum memilih pindah Meysah (45) mengatakan kemungkinan besar dirinya akan segera menyusul teman-teman pedagang lainya yang sudah terlebih dahulu pindah. Mengingat hanya tinggal delapan orang PKL yang hingga kini masih bertahap berjualan di Pasar RB tersebut.<br /><br />“Kalau semua pindah maka secara otomatis kami juga harus pindah, karena tidak akan ada yang berbelanja jika kami bertahan di Pasar Rawa Bangun ini. Sementara janji bupati yang sudah disampaikan hanya tinggal janji, jangankan memberikan kredit untuk kami pedagang fasilitas penunjang relokasi saja sampai sekarang tidak ada yang terpenuhi,” tandasnya.<br /><br />Sementara Ketua Persatuan Pedagang Pasar Rawa Bangun Al Filly Putera, kepada Tribun mengatakan tidak bisa melarang para anggotanya tersebut pindah ke lapak mereka yang sudah ditinggalkan sekita sebulan terakhir. Mengingat selama direlokasi ke Pasar RB tersebut memang mereka selalu merugi, sehingga tidak bisa bertahan lebih lama lagi.<br /><br />“Untuk pedagang sayur memang sebagian besar sudah pindah ke lapak-lapak mereka yang lama, namun untuk pedagang buah sebagian besar masih bertahan. Kita juga tidak bisa mencegah karena ini menyangkut kehidupan keluarga seseorang. Sementara bupati sebagai bapak bagi kami semua para pedagang selalu mengingkari janjinya,” ujarnya. <br /><br />Kepala bidang perdagangan dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi Kabupaten Sanggau Bernadus mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan pindahnya para pedagang Pasar Rawa Bangun tersebut. Karena jika sudah keluar dari pasar maka sudah bukan menjadi tanggung jawab pihaknya lagi.<br /><br />“Kalau sudah keluar dari pasar maka sudah menjadi domain Pol PP untuk melakukan penertiban, kalau kita hanya bertugas menyiapkan pasar ini. Dan saat ini kebutuhan pedagang seperti meja sudah kita siapkan, hanya tinggal menunggu pembuatan meja-meja tersebut saja,” tandas Bernadus disekitar Pasar Rawa Bangun Sanggau.<br /><br />Anggota DPRD Sanggau Fahriadi mengatakan, pemkab Sanggau belum siap melakukan relokasi para PKL yang ada di sekitar Kota Sanggau. Hal tersebut yang membuat para PKL berontak setiap dilakukan pemindahan, mestinya menurutnya pemkab menyiapkan pasar yang akan dijadikan tempat relokasi semaksimal mungkin dulu baru dilakukan relokasi.<br /><br />“Pemkab sangat tidak siap melakukan relokasi tersebut, lihat saja sampai hari H relokasi lapak belum dibuat termasuk diantaranya terminal yang masih apa adanya. Kemungkinan besar memang mereka tidak akan bertahan lama, jika belajar dengan relokasi yang sudah dilakukan sebelumnya dan selalu gagal,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>














