Pejabat HSS Rakor Di Rumah Warga Miskin

oleh

Rapat koordinasi antara Bupati Hulu Sungai Selatan HM Safi’i dan jajarannya sejak enam bulan terakhir dilakukan di rumah warga miskin secara bergantian. <p style="text-align: justify;"><br />Sekretaris Daerah Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikri di Kandangan, Senin, mengatakan program rapat koordinasi (rakor) antara kepala daerah dan dinas-dinas tersebut khusus untuk membahas upaya pemkab mengentaskan kemiskinan.<br /><br />"Setiap bulan bupati bersama jajarannya datang ke rumah warga miskin untuk bertemu dan berdialog dengan mereka di salah satu rumah warga miskin yang ditunjuk," katanya.<br /><br />Dari dialog tersebut, kata Fikri, akan terungkap seluruh persoalan yang terjadi di masyarakat dan apa yang diinginkan warga.<br /><br />Selanjutnya, dari masukan warga tersebut, langsung dirapatkan apa yang bisa dilakukan pemerintah kabupaten untuk membantu warga, sehingga mereka bisa keluar dari jeratan kemiskinan melalui program "ampih miskin" atau berhenti miskin.<br /><br />"Di rumah warga miskin tersebut bupati bersama kepala-kepala dinas duduk bersama secara lesehan membahas langkah dan bantuan apa yang diperlukan," katanya.<br /><br />Beberapa program "ampih miskin" yang telah dilaksanakan adalah membangun rumah warga miskin secara bergantian agar masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak.<br /><br />Menurut Fikri dari kunjungan yang dilakukan selama enam bulan terakhir, banyak ditemukan rumah warga yang sangat tidak layak huni dan jauh dari ketentuan kesehatan.<br /><br />"Bahkan tidak sedikit rumah warga yang kondisinya lebih bagus dibanding kandang kambing," katanya.<br /><br />Dari program tersebut, setiap warga miskin diberikan dana pembangunan rumah Rp7,5 juta yang pembangunannya dilakukan secara bergotong royong dengan masyarakat.<br /><br />Setelah rumahnya selesai dibangun, dinas terkait, antara lain dinas sosial, dinas perindustrian dan yang terkait lainnya kembali melakukan pertemuan untuk mengetahui keinginan warga dan apa yang harus diberikan pemerintah agar mereka keluar dari jeratan kemiskinan.<br /><br />"Ada warga yang meminta modal, ada yang meminta fasilitas untuk berdagang dan lainnya, dan syukur banyak yang berhasil dan sebagian dari mereka kini bisa hidup mandiri," katanya.<br /><br />Salah satu contoh adalah, seorang ibu rumah tangga yang suaminya telah meninggal, setelah rumahnya dibangun kemudian diberikan modal untuk membuat kue, kini usahanya bisa berkembang dengan baik.<br /><br />Sedangkan seluruh anak warga miskin, mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah minimal hingga tingkat SLTA.<br /><br />Setiap warga yang mendapatkan bantuan tersebut, tambah dia, terus dikawal dan dibina hingga mereka benar-benar bisa mandiri.<br /><br />Di HSS kini terdapat sebanyak 1.637 warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dengan total penduduk 213 ribu jiwa.<br /><br />Ditargetkan hingga akhir jabatan HM.Safi’i tahun 2013 masalah kemiskinan di daerah tersebut terselesaikan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>