Pekerja Sektor Pertanian Turun 3,11 Persen

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Dantes Simbolon, mengatakan, pekerja di sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 3,11 persen jadi 1.066.733 orang pada Agustus 2010 dari sebelumnya 1.101.012 orang kondisi Februari 2010. <p style="text-align: justify;">"Penurunan angka kerja pada sektor pertanian, disebabkan pekerja perempuan yang bekerja pada Fabruari namun Agustus 2010 tidak bekerja lagi dan mereka kembali pada status semula sebagai ibu rumah tangga," ujarnya, di Palangkaraya, Kamis. <br /><br />Ia mengatakan, situasi ketenagakerjaan Agustus 2010 sangat diwarnai oleh kondisi pasca musim panen. Dimana penduduk tidak melakukan kegiatan atau menunggu musim tanam. <br /><br />"Kondisi ini menyebabkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian menurun," tegasnya. <br /><br />Namun untuk pekerja non pertanian justru mengalami peningkatan sebesar 23,11 persen, sedangkan pekerja yang tidak dibayar atau penduduk yang bekerja sebagai pekerja keluarga juga menurun sebesar 16,95 persen. <br /><br />Dijelaskannya, Agustus 2010 angka pengangguran sebesar 4,14 persen, naik 0,26 persen dari Februari 2010 sebesar 3,88 persen. Jika dibanding dengan Agustus 2009, angka tersebut turun sebesar 0,48 persen. <br /><br />Untuk tingkat kabupaten atau kota se Kalteng pada Agustus 2010, angka pengangguran tertinggi adalah Kota Palangka raya sebesar 8,48 persen. Sedangkan angka pengangguran terendah di Kabupaten Murung Raya sebesar 1,03 persen. <br /><br />Kemudian, sambung dia, jika dibandingkan dengan provinsi di Kalimantan, angka pengagguran di Kalteng merupakan yang terendah. Angka penggangguran tertinggi di Kalimantan, justru terjadi di Kalimantan Timur sebesar 10,10 persen. <br /><br />"Secara keseluruhan struktur ketenagakerjaan di Kalteng pada Agustus 2010 mengalami perubahan yang berarti," ujarnya.<strong>(das/ant)</strong></p>