Pekerja Sosial Singkawang Programkan Pendampingan Lansia

oleh

Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Kota Singkawang melaksanakan program peduli kesehatan orang lanjut usia dengan melakukan pendampingan kepada mereka yang kurang beruntung. <p style="text-align: justify;">"Hasil pendataan FKPSM ternyata tidak semua orang lansia (lanjut usia) memiliki nasib baik, yaitu mempunyai keluarga dengan ekonomi dan perhatian cukup. Masih banyak lansia yang memerlukan uluran tangan dan kasih sayang dari kita. Karena itu kami tergerak menjadi pendamping para lansia tersebut," kata Ketua Umum FKPSM Singkawang Maya Satrini dalam keterangan pers di Singkawang, Kalbar, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, program pendampingan lansia itu dilaksanakan semua pengurus FKPSM dengan membuat jadwal tugas harian secara bergiliran.<br /><br />Tugas yang harus dilaksanakan petugas pendampingan itu mulai dari memandikan, menyuapi, menghibur, memberi ketrampilan dan membekali kerohanian sesuai dengan agama yang dianut para lansia.<br /><br />Maya mengakui bahwa organisasinya memang kekurangan dalam pemberian materi, namun tetap bertekad melakukan aktivitas sosial dengan sekuat tenaga dan pikiran yang dimilikinya.<br /><br />"Kalau ada pengusaha atau orang kaya yang ingin bekerja sama dengan kita dalam aktivitas sosial, kita dengan senang hati akan menerima bentuk kerja sama dan bantuan itu. Yang penting sama-sama memiliki misi kemanusiaan atau soaial kepada sesama dan masyarakat," katanya.<br /><br />Maya yang juga Ketua Pelaksana Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Singkawang mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata orang miskin di Kota Singkawang dan hasil pendataan akan dikoordinasikan kepada beberapa pihak yang memerlukan di antaranya Pemkot Singkawang dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.<br /><br />Selain pendataan, FKPSM juga bekerja sama dengan PKK Kota Singkawang dalam mensosialisasikan bina keluarga tenaga kerja Indonesia (TKI), atau menjalankan program peduli anak putus sekolah dengan cara memberi ketrampilan pemanfaatan barang bekas (limbah) untuk dibuat barang yang bernilai jual, seperti cindera mata dan hiasan-hiasan.<br /><br />Menurut dia, hasil binaannya, khususnya untuk anak putus sekolah, memiliki potensi yang bagus dalam menghasilkan produk cindera mata dari limbah tersebut. Hanya saja, segi pemasaran masih mengalami kendala akibat terbatasnya sarana distribusi dan permodalan. <strong>(das/ant)</strong></p>