Pekerjaan Belum Dibayar, Jalan M. Nawawi di Pagar

oleh
oleh

Pihak pelaksana pekerjaan pembangunan Turap atau Baran yang berada di Jalan M. Nawawi, Desa Paal Nanga Pinoh, Yusuf, melakukan pemagaran jalan M. Nawawi Desa Paal, kemarin. Hal itu dilakukannya karena belum adanya penyelesaian pembayaran pembangunan turap atau barau yang dianggarkan menggunakan dana UPJJ Tahun 2015 sebesar Rp. 378 juta. <p style="text-align: justify;">"Ini awal jalannya sudah mau habis karena longsor. Kemudian datanglah 4 orang PU ke rumah saya atas nama ketua UPJJ tahun 2015, Suhardi, Edi Lugito, edi dengan Albertus Toni. Mereka meminta saya melaksanakan kegiatan UPJJ, yakni turap atau pembarauan, dan penimbunan dengan melakukan CTB, yang panjangnya meter. Nah, saya laksanakanlah pada Januari 2015. Status saya ini hanya menyediakan tenaga tukang dan material," bebernya saat ditemui usai memagar jalan. <br /><br />Kemudian, lanjutnya, yang CTB dibayarnya sebanyak Rp. 200 juta lebih. Namun yang pembangunan turap dan timbunan tidak juga dibayar sudah selama 2 tahun ini. "Dananya itu yang saya liat dalam fotocopy RAB sebanyak kurang lebih Rp. 378 juta," ungkapnya. <br /><br />Yusuf mengakui, sudah beberapa kali menemui pihak PU untuk melakukan penyelesaian ini. Namun tidak juga ditanggapi. Bahkan saat dirinya ke PU, Ia mengaku tidak bisa bertemu dengan kepala dinas PU, selalu saya sibuk.<br /><br />"Bahkan saya telepon kepala PU yakni H. Hinduansyah, dia bilang ada solusinya bulan 8 pada 2016 ini. Tapi sampai sekarang tidak juga dibayar. Mereka beralasan belum bisa dibayar karena belum ada gambar dari BPK. Sementara sudah 2 tahun lebih. Pemagaran ini akan terus kita lakukan sampai menemukan solusi," paparnya. <br /><br />Pemagaran tersebut membuat kendaraan roda 4 tidak bisa melaluinya, hanya roda 2 saja. Ketua Komisi B DPRD Melawi dan plt. Camat Nanga Pinoh, Kapolsek Nanga Pinoh, serta Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, turun ke lapangan melihat lansung pemagaran tersebut dan melakukan pertemuan dengan Yusuf. <br /><br />Kapolsek Nanga Pinoh, AKP Yoyok Kuswoyo yang memfasilitasi pertemuan tersebut, untuk mendapatkan solusinya. Sebab karena persoalan ini, yang pertama membuat pihak pelaksana rugi yang kemudian berdampak kepada pemagaran dan dan menggangu ketertiban umum. <br /><br />"Karena yang dipagar ini jalan umum. Jika yang satunya merasa haknya belum dibayar dan masyarakat juga merasa haknya menggunakan jalan terhalang, nanti bisa-bisa membuat masalah baru," ucapnya. <br /><br />Kemudian Camat Nanga Pinoh, Rusyanti mengatakan, pihaknya hanya ingin persoalan ini diselesaikan, dan pihaknya meminta kepada pihak pelaksana yang memagar jalan, agar persoalan ini tidak berlarut-larut. "Apalagi ini jalan umum, yang mana setiap hari masyarakat melalui jalan ini. Tentu bisa menggangu aktivitas lalulintas," katanya.<br /><br />Kemudian Ketua Komisi B DPRD Melawi, Ardeni mengatakan, yang jelas apa yang dilakukan pak Yusuf agar mendapatkan kejelasan dari pihak PU. Dimana kita ketahui, jalan yang diperbaiki pak Yusuf, kondisi sebelumnya sangat parah dan badan jalannya hanya setengah saja. <br /><br />"Kami disini hanya memfasilitasi, jangan sampai persoalan ini nanti jadi melebar, karena adanya pemagaran jalan umum ini. Nah, kebetulan kepala bidang binamarga disini, nah setidaknya ada solusi agar persoalan ini cepat terselesaikan. Karena ini sangat menganggu jalan umum. Bagaimana sistim pembayarannya, kan ada proses. Apakah penyicilan atau bagaimana. Dengan begitu persoalannya teratasi," paparnya. <br /><br />Sementara, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Melawi, Tasanudin, belum bisa mengambil kebijakan terkait solusi. Namun hal itu akan disampaikannya kepada kepala dinas. "Nanti akan kita sampaikan kepada kepala nas, bagaimana solusi pembayarannya," pungkasnya. (KN)</p>