Pelabuhan Laut Sungai Kunyit Terkendala Pembiayaan

oleh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengungkapkan, rencana pembangunan pelabuhan laut di Sungai Kunyit, Kabupaten Pontianak, terkendala tingginya biaya yang dibutuhkan. <p style="text-align: justify;">"Kemungkinan ditangguhkan sampai menunggu pembiayaannya mencukupi oleh negara," kata Cornelis saat kunjungan Komisi V DPR RI di Pontianak, Selasa.<br /><br />Namun, lanjut dia, semua proses yang sudah dilakukan tetap diharapkan menjadi pertimbangan bagi pengambil kebijakan di pemerintah pusat.<br /><br />Ia menambahkan, sambil menunggu keputusan tentang pelabuhan laut tersebut, ada sejumlah lokasi yang perlu dipertimbangkan.<br /><br />Misalnya di Tanjung Gundul, Kabupaten Bengkayang, tempat ketika armada Jepang mendarat ke Kalbar untuk pertama kali. "Tetapi ada tanah milik TNI di Singkawang, itu mungkin yang jadi kendala," ujarnya.<br /><br />Selain itu, di Kabupaten Kayong Utara juga berpeluang dibangun pelabuhan untuk crude palm oil (CPO). Sedangkan di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, untuk pelabuhan khusus perikanan.<br /><br />"Di Kayong Utara, kerja sama dengan swasta, tetapi tetap harus meminta izin ke Kementerian Perhubungan," kata dia.<br /><br />Bupati Pontianak Ria Noorsan sempat mempertanyakan informasi tersebut. Menurut dia, pelabuhan yang akan dibangun itu sebelumnya direncanakan di Pulau Temajo. Namun, biaya yang dibutuhkan sangat mahal karena harus membangun jembatan dari bibir pantai Sungai Kunyit hingga ke pulau tersebut dengan panjang sekitar beberapa kilometer.<br /><br />Alternatif lain, pelabuhan dibangun di sisi pantai dengan cara membendung dan mereklamasi hingga mencapai kedalaman laut 14 meter. Panjang areal yang direklamasi ke arah laut, sekitar 2,4 kilometer.<br /><br />"Biayanya pun berkisar antara Rp3,7 triliun sampai Rp4 triliun," kata Ria Noorsan.<br /><br />Ia melanjutkan, untuk pelabuhan laut di Sungai Kunyit tersebut, sudah dilakukan studi kelayakan awal hingga "survey investigation design".<br /><br />Ria Noorsan mengaku sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan meminta mereka siap mendukung dengan menyiapkan lahan kalau mega proyek tersebut jadi direalisasikan.<br /><br />"Dari Kementerian Perhubungan juga yang meminta dilakukan studi kelayakan awal. Dari sekian lokasi, yang dipilih adalah Sungai Kunyit," kata Ria Noorsan.<br /><br />Gubernur Kalbar Cornelis sendiri menegaskan bahwa rencana pembangunan pelabuhan laut di Sungai Kunyit itu bukan dibatalkan namun ditangguhkan.<br /><br />"Ini juga bukan usulan dari gubernur. Terserah dari Kementerian Perhubungan, menetapkan lokasi yang mana akhirnya," katanya.<br /><br />Sementara dari pihak Kementerian Perhubungan mengatakan, meski sudah dilakukan survey investigation design (SDI), perlu dipertimbangkan pula dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Termasuk dalam menentukan mana yang akan menjadi pelabuhan utama di Kalbar maupun pelabuhan penghubung. <strong>(phs/Ant)</strong></p>