Pelabuhan Teluk Bayur Harus Tangguh

oleh

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan bahwa Pelabuhan Laut Teluk Bayur di Padang, Sumatera Barat, harus tangguh menghadapi Samudera Hindia dan perkembangan wilayah barat. <p style="text-align: justify;">"Kita memiliki banyak pelabuhan-pelabuhan di pantai timur yang besar-besar, maka di pantai barat diperlukan Pelabuhan Teluk Bayur yang tangguh," kata Hatta Rajasa di Padang, Minggu.<br /><br />Hal ini disampaikannya seusai berdialog dengan ratusan guru di Kota Padang, dalam Seminar Nasional Pendidikan Reformasi Birokrasi dan Leadership Guru di Universitas Negeri Padang (UNP).<br /><br />Pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (M3PEI), menurut dia, dalam konteks infrastruktur pelabuhan laut harus terus dikembangkan.<br /><br />Oleh karena itu, Hatta mengemukakan, pelabuhan-pelabuhan induk yang ada harus menjadi pelabuhan utama yang besar, makanya menjadi salah satu fokus karena sangat strategis.<br /><br />Berkaitan dengan infrastruktur jalan juga terus dikembangkan, menurut dia, saat ini Pekanbaru sudah dimasukan dalam program pengembangan jalan tol.<br /><br />Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, menyampaikan bahwa pihaknya sejak 2011-2012 menginvestasikan dana senilai Rp497,7 miliar lebih untuk revitalisasi Pelabuhan Teluk Bayur.<br /><br />Anggaran yang investasi dalam bentuk fisik di pelabuhan seluas 544 hektare itu, menurut dia, guna peningkatan peralatan dan pembangunan terminal kontainer serta penambahan dermaga untuk menampung komoditas ekspor (bijih besi, karet dan minyak mentah kelapa sawit/CPO).<br /><br />Menurut Lino, diperlukan investasi besar terhadap revitalisasi Pelabuhan Teluk Bayur, mengingat posisi yang cukup strategis dan memiliki prospek bagus bagi lalulintas perdagangan internasional.<br /><br />Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, menilai bahwa pengembangan pelabuhan Teluk Bayur akan berdampak positif dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Sumbar.<br /><br />Ia mengemukakan, Teluk Bayur sebagai pintu masuk bagi perekonomian Sumbar, sehingga setiap kapal kargo yang datang bisa lebih cepat terlayani.<br /><br />Meski belum masuk koridor ekonomi (KE), ia mengemukakan, Sumbar tetap berupaya percepatan pembanguna jalan tol rute Padang-Bukittinggi-Pekanbaru.<br /><br />Langkah tersebut, terkait telah mendapatkan dukungan dan tanggapan positif dari pihak eksekutif dan bupati/wali kota daerah-daerah yang akan dilintasi jalan tol tersebut.<br /><br />Irwan mengatakan, pembangunan jalan tol Padang – Bukittinggi – Pekanbaru dalam rencana awal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dilakukan pengerjaan fisiknya pada awal 2024.<br /><br />Namun, Sumbar berupaya menyiapkan dan meminta kepada Bappenas serta kementerian terkait dapat dipercepat dan mulai fisiknya awal 2014.<br /><br />Ia mengatakan, rencana pembangunan jalan tol telah mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan lembaga donor di antaranya Asia Africa Foundation (AAF). <strong>(das/ant)</strong></p>