Pelajar Sintang Sudah Tertib

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu mengatakan pelajar SMA yang baru menyelesaikan pendidikannya dan menerima pengumuman kelulusan sudah tertib. <p style="text-align: justify;">“Tidak bisa juga kami bilang tidak ada, memang ada yang masih coret-coretan, hanya beberapa orang saja, tetapi secara keseluruhan kegiatan paska kelulusan seperti itu sudah jauh berkurang,” kata Lukman, pada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Ia mengatakan ketika pengumuman kelulusan lalu, pengawasan sudah dilakukan dengan maksimal apalagi setiap sekolah juga melakukan hal sama agar tidak ada aksi coret-coretan usai pengumuman kelulusan itu.<br /><br />“Kita tidak ingin hura-hura usai kelulusan jadi tradisi dan ternyata bisa berubahm, bahkan ada siswa yang mengumpulkan pakaian bekasnya untuk disumbangkan, artinya perubahan itu sudah berlangsung dan pelajar kita sudah tertib,” jelasnya.<br /><br />Sebelum pengumuman kelulusan, Lukman sudah mengingatkan pada siswa untuk tidak hura-hura selesai menerima pengumuman kelulusan apalagi melakukan aksi coret-coretan. Upaya kerjasama pun dijalin dengan pihak kepolisian agar tidak ada siswa yang konvoi di jalanan seperti tahun-tahun sebelumnya.<br /><br />Meskipun sudah ada imbauan dan penegasan seperti itu tetap saja ada siswa yang masih melaksanakan selebrasi yang tidak bermanfaat tersebut meskipun jumlahnya tidak banyak.<br /><br />“Kalau waktu itu mereka diamankan petugas, tentunya kita sudah siapkan tindakan tegas, misalnya ditahan ijazahnya dan disuruh membuat pernyataan, tetapi memang ketika itu hanya beberapa orang saja dan tidak sampai konvoi ramai-ramai di jalan, itupun kita tidak tahu siapa saja mereka,” katanya.<br /><br />Namun ia sangat senang dengan perubahan ini karena perayaan kelulusan dengan coret-coret baju seragam sekolah sudah bukan zamannya lagi dan tidak ada manfaatnya.<br /><br />“Saya senang ternyata tidak ada aksi coret-coretan dan ini menandakan perubahan kearah yang lebih baik, sekolah-sekolah juga sudah maksimal melakukan pengawasan terhadap siswa-siswanya,” kata dia. <strong>(phs)</strong></p>