Pelaksanaan Pilkades di Desa Tekelak Berjalan Aman dan Lancar

oleh

Sebanyak 49 desa di Melawi, pada 15 Novemver 2016 ini melaksanakan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Dimana hingga saat ini laporan yang masuk, pelaksanaan Pilkades semuanya berjalan dengan aman dan lancar. <p style="text-align: justify;">Salah satunya di Desa Tekelak Kecamatan Pinoh Utara. Di desa tersebut, pelaksanaan Pilkades dilaksanakan benar-benar secara demokratis. Pemilih hanya bisa membawa satu undangan tidak bisa mewakili pihak manapun. Sementara yang sedang sakit, panitia didampingi pihak keamanan mengunjungi pemilih yang sakit tersebut.<br /><br />Seperti yang disampaikan Sekretaris Panitia, Rully Novriadhi. Ia mengatakan, pelaksanaan Pilkades di Desa Tekelak berlangsung sejak pukul 07.00 WIB, sampai jam 13.00 WIB, dimulai dari penyampaian tata tertib, kemudian pembukaan kotak suara untuk membuktikan kotak suara kosong.<br /><br />“Jadi disini dilaksanakan demokrasi yang baik. Jadi satu undangan satu pemilih. Sejauh ini tidak ada kerusakan surat suara. Jam 1 selesai, maka langsung perhitungan, kemudian pleno penetapan pengesehan pemenang,” katanya saat ditemui disela-sela pemilihan, Selasa (15/11). <br /><br />Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Tekelak sendiri berjumlah sebanyak 534, dengan penambahan sebanyak 13, jadi totalnya 547 surat suara. Kemudian terdapat surat suara lebih sebanyak 2, sehingga total seluruhnya 549 surat suara. <br /><br />“TPS diletakan di gedung serba guna PNPM Desa Tekelak, menggunakan 3 bilik. Untuk pemilih tambahan wajib menggunakan KTP dan harus ditujukan dari tangan yang pemiliknya. Kemudian yang sakit, panitia terdiri dari pihak Kepolisian, Panwas dan KPPS dan Panitia langsung yang mengunjungi,” jelasnya. <br /><br />Pelaksanaan pemilihan dilaksanakan hingga pukul 13.00 WIB. Jika masih ada yang belum nyoblos, maka pada pukul 13.00 WIB, tidak bisa lagi, karena sudah dihentikan. “Sebab jam 1 siang sudah jadwalnya penghitungan suara,” ucapnya.<br /><br />Calon yang mengikuti Pilkades Desa Tekelak sendiri berjumlah dua orang. Nomor urut 1 atas nama Tambi Mas Taufik dan nomor urut 2 atas nama Asmaradi,AMd. <br /><br />“Alhamdulillah, hingga saat ini pelaksanan berjalan lancar dengan jumlah partisipasi pemilih ada 99 persen,” ungkapnya sebelum penghitungan suara. <br /><br />Usai penghitungan suara, Penjabat Kepala Desa Tekelak, Alhamidi mengatakan, hasil penghitungan suara, nomor urut 1 atas nama Tambi Mas Taufik  unggul dengan perolehan suara sebanyak 378. Sementara nomor urut 2 atas nama Asmaradi memperoleh suara sebanyak  48 suara, jadi surat suara sah berjumlah 426 suara.<br /><br /> “Suara tidak sah  atau rusak, ada  6. Kemudian surat suara tidak terpakai akibat pemilih yang tak datang, sebanyak 117 suara,” jelasnya.<br /><br />Pada kesempatan itu, Alhamidi berharap dengan terpilihnya Kepla desa ini, maka dirinya menginginkan sistem pemerintahan bisa lebih transparan dan terbuka. Serta dapat menjalankan sistem reformasi yang sebenarnya. <br /><br />“Kita juga berharap, karena di pemerintahan desa SDM masih kurang, maka bisa memberikan peningkatan SDM kepada perangkat desanya,” ucapnya.<br /><br />Menurut  pria yang akrab disapa pak Jenoi ini, dengan adanya keterbukaan, maka daya pikir masyarakat bisa terbuka. Dengan keterbukaan juga, masyarakat dapat mengikuti aturan program kepala desanya, yang tentunya selalu berkoordinasi dengan pihak BPD. <br /><br />“Terhadap pembangunan, saya berharap dari segi infrastruktur, perlu terus menerus disurakan Kades terpilih. Terutama transportasi jalan dan jembatan, yang merupakan tujuan utama dari program pada RPJMDES 2014. Yaitu, jalan poros I dari Simpang 4 jembatan Melawi II menuju desa tekelak, melintasi sungai tekelak, dan melewati jalan denis buatan belanda. Kondisinya masih hanya gusuran dan tanah,” ujarnya.<br /><br />Sementara Tambi Mas Taufik selaku Calon yang memperoleh suara terbanyak mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas do’a dan dukungan semua pihak. Dimana telah mempercayainya dalam pemilihan ini.<br /><br />“Pleno sudah dilakukan, artinya tinggal menunggu pelantikan saja. Setelah pelantikan nanti, rencana jangka pendek yang akan saya lakukan sudah barang tentu melakukan pembenahan di internal pemerintahan desa,” ungkapnya.<br /><br />Artinya, lanjut Tambi, dimana administrasi desa yang kurang dibenahi, pengurus yang masa berlakunya sudah selesai, dibenahi kembali, begitu juga dengan pengurus RT dan yang lainnya. <br /><br />“Nah, terkait SDM di dalamnya, kita juga akan berupaya melakukan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dan sudah barang tentu juga peningkatan kapasitas SDM saya juga,” pungkasnya. (KN)</p>